Berita

Sandiaga Uno/Net

Politik

Sandiaga Beberkan Kriteria Cawapres Prabowo Di 2019

KAMIS, 19 APRIL 2018 | 08:21 WIB | LAPORAN:

Prabowo dipastikan maju dalam pemilihan presiden 2019. Namun, baru partai PKS yang bergabung untuk mengusung partai Gerindra memajukan Prabowo di Pilpres 2019. Prabowo sendiri belum meyebutkan calon cawapres yang akan mendampinginya di 2019 nanti.

Koordinator Tim pemenangan pemilu Gerindra Sandiaga Uno membenarkan hal tersebut, dan menyebutkan kriteria Cawapres yang pas dan cocok untuk Prabowo. Kriteria yang masuk dalam klasifikasi Prabowo adalah sosok yang sanggup membantu pertumbahn perekonomian Indonesia terutama ekonomi rumah tangga.

"Tapi kita alhamdulillah banyak mendapat masukan. Dan semakin hari kita lihat dengan data yang kita miliki bahwa masyarakat Indonesia menginginkan perbaikan ekonomi khususnya ekonomi rumah tangga," ujar Sandi saat meninjau TransJakarta koridor 13, Rabu malam (18/4).


Wakil gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, selain kriteria yang fokus pada pembangunan ekonomi berbasis rumah tangga tersebut, sandi juga menyebutkan sosok cawapres nya harus bersih dari segala tindak pidana dan korupsi.

"Bisa memiliki platform untuk bangsa kita punya kemampuan untuk berdiri di kaki sendiri, memastikan bangsa kita ini juga bisa membangun, mempercepat pembangunan dengan pemerintahan yang bersih," tambah Sandi.

Dia pun berharap jika aspirasi masyarakat Indonesia sejauh ini dapat dijadikan tolak ukur dalam bekerja dalam memenangkan Prabowo ke kursi RI 1. Sehingga, masyarakat dapat merasakan kinerjanya. Karena Ia menilai bahwa masyarakat Indonesia sudah cerdas dan menginginkan untuk pergantian pemimpin pada 2019 mendatang.

"Dan harapan mereka, pemerintah baru nanti di 2019 menjadi pemerintahan yang bisa menyelesaikan masalah lapangan kerja, masalah biaya hidup yang mahal, masalah harga pangan, dan pemerintah bersih," tutup Sandi. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya