Berita

Yusril Ihza Mahendra/Net

Politik

Yusril: PPP Khittah Barangkali Tidak Mau Dukung Jokowi

RABU, 18 APRIL 2018 | 15:41 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menengarai keputusan sejumlah elit politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari dua kubu berbeda hengkang lantaran tidak puas dengan kebijakan mendukung Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Yusril usai mendampingi tersangka kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Liquiditas Bank Indonesia (BLBI), Syafruddin Arsyad Tumenggung (SAT) dalam penandatanganan sejumlah berkas.

"Ya, dari dua kubu pokoknya yang sama-sama tidak puas dengan kebijakan-kebijakan yang ditempuh oleh partai. Kalau dulu itu tidak setuju dengan dukung Ahok ya, kalau sekarang ini tidak setuju karena barangkali mau dukung Jokowi gitu," ujarnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/4)


Yusril menambahkan, pihaknya menyambut bergabungnya para elit PPP baik dari kubu Djan Faridz maupun Romahurmuziy dengan tangan terbuka.

"Kami welcome aja dan ini di daerah-daerah sudah banyak sekali yang bergabung, terutama di Aceh misalnya ada Abu Yus yang sangat terkenal, dan Ketua DPR Aceh juga sudah, dulunya PPP, sekarang bergabung juga ke PBB. Itu betul terjadi," bebernya.

PPP Khitah menganggap kubu Romahurmuziy maupun Djan Faridz sudah melenceng dari khitah perjuangan partai. Selain itu PPP Khitah mengemukakan alasan mereka pindah ke partai yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra itu karena PBB masih konsisten berjuang membela umat Islam.[wid] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya