Berita

Iwan Sumule (tengah)/Net

Politik

Iwan Sumule Haqqul Yakin Jokowi Akan Kalah Telak

SELASA, 17 APRIL 2018 | 23:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dapat dimengerti bila menjelang Pilpres 2014 lalu popularitas dan elektabilitas Joko Widodo tinggi. Saat itu, orang masih penasaran dan menyimpan harapan yang besar pada dirinya.

Namun, setelah tiga tahun berkuasa, masyarakat bisa menilai dengan jernih kapasitas dan kemampuan Jokowi.

Maka, dengan sendirinya, merujuk pada hasil survei Median yang diumumkan kemarin (Senin, 16/4), elektabilitas Jokowi hanya sebesar 36,2 persen, menyusul berbagai kecewaan di tengah masyarakat.


Angka itu, memperlihatkan bahwa ruang untuk mengalahkan Jokowi dalam Pilpres 2019 terbuka sangat lebar.

"Saya haqqul yakin, Jokowi akan kalah dalam Pilpres 2019. Hanya kecurangan yang bisa menyelamatkannya dari kekalahan telak," ujar Direktur Indonesia Law Enforcement Watch (ILEW) dalam perbincangan dengan redaksi, Selasa malam (17/4).

Menurut Iwan Sumule, bagi Jokowi, elektabilitas sebesar itu adalah sebuah ironi setelah dirinya menghabiskan begitu banyak tenaga dan biaya untuk mendulang simpati dan dukungan dari rakyat.

"Berbagai hal telah dilakukan Jokowi untuk mendongkrak popularitas dan elektabiltasnya. Dia keliling Indonesia, melakukan banyak hal yang tidak biasa untuk memperlihatkan bahwa dirinya dekat dengan rakyat. Tetapi hasilnya hanya 36,2 persen. Sementara waktu yang tersisa baginya sudah semakin sedikit," urai Iwan Sumule. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya