Berita

DR. Rizal Ramli/RMOL

Politik

Rizal Ramli: Bank Century Tidak Pantas Di-bailout, Apalagi Diecel-ecel

SELASA, 17 APRIL 2018 | 22:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bank Century bukan bank yang berukuran besar. Dengan demikian, apabila ia mengalami persoalan sulit bayar tidak akan mengakibatkan kerusakan pada sistem perekonomian nasional.

Demikian disampaikan ekonom senior DR. Rizal Ramli dalam sebuah diskusi di stasiun televisi, Selasa malam (17/4).

Menurut Rizal Ramli, ukuran besar atau kecil sebuah bank dapat dilihat antara lain dari dana pihak ketiga atau nasabah yang ada di bank itu. Dana pihak ketiga di Bank Century sesaat sebelum dia di-bailout kurang dari Rp 2 triliun.


Secara teknis, untuk menyalamatkan Bank Century hanya diperlukan dana sekitar Rp 2 triliun pula. Tetapi kenyataannya, bailout Bank Century menghabiskan uang sebesar Rp 6,7 triliun.

"Faktanya sederhana. Bank Century adalah bank kecil, dana pihak ketiga kurang dari Rp 2 triliun. Kalau mau menyelamatkan Bank Century cukup menyelamatkan dana pihak ketiga itu," ujar Rizal Ramli.

"Mengapa yang dikucurkan Bank Indonesia untuk Bank Century mencapa Rp 6,7 triliun. Pasti ada yang bocor," sambung Rizal Ramli.

Dia mengatakan, pengalaman di seluruh dunia memperlihatkan bahwa untuk menyelamatkan sebuah bank hanya diperlukan satu hari, yakni hari dimana dana pihak ketiga ditutup.

"Tetapi dalam kasus Bank Century, dana talangan yang diberikan diecel-ecel (dicicil) selama delapan sampai sembilan bulan," masih katanya.

Masih kata Rizal, sebetulnya Bank Century tidak pantas diinjeksi dana segar karena sudah ada ketentuan batas minimum kecukupan modal (Capital Adequate Ratio/CAR).

"Bank Century sudah lewat, sudah negatif. seharusnya dilikuidasi saja. Tidak akan ada dampaknya," sambung Rizal Ramli.
 
Hal lain yang penting diperhatikan, menurut mantan Menko Perekonomian dan Menko Kemaritiman ini, adalah latar belakang sebelum bailout dilakukan.

Gubernur BI Boediono sempat memiliki keinginan mengucurkan danatalangan untuk Bank Indover milik BI yang ada di Belanda dengan dana segar sebesar Rp 5 triliun. Tetapi, pihak Belanda memberikan jaminan tidak akan ada persoalan seriun apabila Bank Indover dilikuidasi.

Boediono juga sempat menemui Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kala itu Antasari Azhar untuk menyampaikan keinginannya. Dan Antasari Azhar juga mengatakan hal yang kurang lebih sama.

Dari latar belakang ini, ada sesuatu yang aneh. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya