Berita

Ahmad Yani/Net

Politik

Klaim Ahmad Yani Buat Kader PPP Tertawa

SELASA, 17 APRIL 2018 | 22:42 WIB | LAPORAN:

Pernyataan mantan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Yani yang mengaku akan membawa jutaan suara ke Partai Bulan Bintang (PBB) ditanggapi santai oleh pengurus partai yang dipimpin oleh Ketua Umum, Romahurmuziy itu.

Ketua DPW Sumatera Selatan, Agus Sutikno mengaku bahwa pada dasarnya, partainya sama sekali tidak mempermasalahkan Yani pindah partai dari partai berlambang Ka'bah. Mengingat track record yani memang sebagai politisi ‘kutu loncat’.

"Sebelumnya dia di PAN, kemudian pindah ke PPP. Dan sekarang pindah lagi ke PBB. Para kader pun melihat bahwa ia memang bukanlah kader sungguhan di PPP,” kata Agus dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Selasa (17/4).


Lebih lanjut menurut dia, Ahmad Yani tak akan mampu membawa jutaan suara ke PBB. Pasalnya, jangankan membawa jutaan suara, jadi Anggota DPR RI pada Pemilu 2014 saja dia tak mampu. Padahal Yani merupakan anggota dewan petahana.

Agus mengaku bahwa di telepon genggam miliknya sangat banyak pesan masuk dari kader, baik itu SMS atau WhatsApp (WA) yang mempertanyakan klaim Yani. Mereka sempat terkejut dengan kliam itu dan kemudian tertawa, karena tahu kapasitas Yani selama ini.

"Bagaimana sekarang ia akan membawa jutaan suara di saat namanya sudah tidak banyak dikenal. Ke Sumsel pun hanya beberapa kali saja dan itupun tidak keliling,” imbuh Agus.

Bahkan pada 2014 lalu di Kabupaten Banyuasin yang notabene tanah kelahirannya, ia hanya mendapatkan 12 ribu suara. Semua fakta ini menurut Agus semakin meyakinkan kader PPP bahwa apa yang diklaim Yani itu jauh dari kebenaran.

"Kami bahkan tambah yakin PPP di Pemilu 2019 akan memperoleh suara lebih baik, sebab konsolidasi yang dilakukan jauh kebih baik dibanding 2014 silam. Struktur pengurus dan kader semua bekerja untuk membesarkan PPP,” demikian Agus. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya