Berita

Foto: RMOL

Politik

JELANG PILPRES 2019

HT Dianggap Lebih Pantas Dampingi Jokowi Ketimbang Cak Imin

SELASA, 17 APRIL 2018 | 22:37 WIB | LAPORAN:

Sebagai pengusaha yang paham ekonomi, Ketua Umum DPP Perindo, Hary Tanoesudibjo dianggap layak mendampingi petahana Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Pakar Ekonomi dari Universitas Surabaya, Bambang Budiarto menjelaskan, potensi HT mendampingi Jokowi lebih tinggi dibandingkan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

"HT yang notabene adalah pengusaha, tentu saja networking investasinya kuat, bahkan pemikiran pembangunan ekonominya lebih bisa diandalkan dibandingkan Cak Imin yg pure politisi," papar Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surabaya, Jawa Timur ini ketika dikontak, Selasa malam (17/4).


Lembaga riset Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei yang menunjukkan potensi Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo digandeng sebagai Cawapres 2019.

Survei tersebut menujukkan Joko Widodo-Muhaimin 41,9 persen, sedangkan Joko Widodo-Hary Tanoesoedibjo 41,8 persen.

"Sederhananya, Jokowi ini sebenarnya tinggal pilih orang yang bisa memikirkan dan membantu membangun ekonomi Indonesia yang lebih baik," tegas Bambang mengomentari.

Menurutnya, dalam hal mendulang suara, elektabilitas Jokowi sendiri sudah sangat tinggi. "Tapi Jokowi ini memerlukan orang yang cakap untuk pembangunan ekonomi," ujar Bambang.

Dia juga merasa sosok pengusaha paling tepat menjadi pendamping Jokowi, dibandingkan dengan sosok politisi murni. "Hary Tanoe sangat masuk dalam kriteria yang saya jelaskan tersebut," demikian Bambang. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya