Berita

Foto: Net

Politik

Arya Sinulingga: Aktivis Sekarang Sukanya Koar-koar Di Medsos Ketimbang Turun Ke Jalan

SELASA, 17 APRIL 2018 | 21:39 WIB | LAPORAN:

News Direktor Media Nusantara Citra (MNC) Group, Arya Sinulingga mengkritisi langkah para aktivis yang seakan enggan turun ke jalan untuk membela kepentingan rakyat.

Menurut dia, saat ini para aktivis lebih memilih untuk menjadi aktivis media sosial (medsos) ketimbang turun langsung ke jalan. Contohnya, saat demo ribuan nelayan cantrang di sekitaran Istana Negara.

"Saya heran, maaf kata, kemarin ketika ribuan nelayan cantrang turun ke jalan, satupun tidak ada aktivis. Ternyata aktivis sekarang lebih suka koar-koar di sosmed. Ketika ribuan nelayan turun ke jalan dekat istana, tidak ada satupun aktivis yang turun," tegasnya dalam diskusi Ngopi Ngerumpi bertajuk "Media Sosial Versus Media Mainstream di Era Gerakan Politik Zaman Now" yang dimoderatori oleh Ricky Tamba di Kantor ILEW, Jalan Veteran I, nomor 33, Jakarta Pusat, Selasa (17/4).


Parahnya lagi, yang dibicarakan di medsos oleh para aktivis bukanlah lagi masalah substansial membela kepentingan rakyat. Tapi malah membicarakan soal kekuasaan dan isu-isu lainnya.

"2018 ini adakah seorang aktivis turun ke jalan untuk membela kepentingan rakyat, mana? Ga ada," sulut Arya.

"Mana aktivisnya. Jangan cuma diskusi disini. Senin, Selasa Rabu. Jakarta zaman Ahok (mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama) enggak ada yang kritik, takut di bully. Zaman dulu Soeharto aja kita lawan. Masa sekarang kita takut dibully," sesal orang dekat Harry Tanoesoedibjo ini.

Mendengar itu, salah seorang audien diskusi menilai Arya membakar semangat aktivis untuk kembali turun ke jalan melawan kebijakan pemerintah yang tak membela rakyat.

"Kompor," sebut audiens tersebut. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya