Berita

Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Perpres 20/2018 Akal-akalan Pemerintah Akomodir Keinginan China

SELASA, 17 APRIL 2018 | 17:19 WIB | LAPORAN:

Buruh China yang masuk ke Indonesia tidak ubahnya seperti sekrup. Dia mudah dipindah-pindahkan seperti mindahkan mesin.

Begitu dikatakan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah ketika berbicara dalam diskusi publik dengan tajuk "Menolak Perpres 20/2018 Tentang Tenaga Kerja Asing di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (17/4).

"Mereka (buruh China) sudah dipakai di Afrika bekerja mengeruk sumber daya alam di sana, kemudian sekarang disuruh mengeruk di sini (Indonesia)," ujar dia.


Fahri menuding, keluarnya Perpres 20/2018 merupakan akal-akalan pemerintah mengakomodir keinginan China agar tenaga kerjanya masuk ke Indonesia tanpa dipermasalahkan.

"Cerdiknya lagi ini kan sudah jelas melanggar UU tetapi kemudian diperhalus sehingga tidak kelihatan kalau sudah menipu rakyat," jelasnya.

Pelanggaran aturan yang ia maksudkan adalah UU 13/2003 Tentang Tenaga Kerja. Di mana berdasarkan temuannya di lapangan banyak tenaga kerja China berkatogori buruh kasar tanpa keterampilan.

"Dalam UU tenaga kerja itu, yang boleh kerja di indonesia itu pertama dia punya skill, kedua dia mengerti bahasa asing yang menyebabkan skillnya atau teknologinya bisa ditransfer ke orang lokal," demikian Fahri Hamzah. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya