Berita

Politik

Jaringan Islam Nusantara: Amien Rais Hanya Mengingatkan

SELASA, 17 APRIL 2018 | 14:52 WIB | LAPORAN:

. Pernyataan mantan Ketua MPR sekaligus mantan Ketum PP Muhammadiyah Amien Rais mengenai partai Allah dan partai setan dinilai sebagai upaya memantik semangat umat Islam untuk berlomba-lomba dalam kebajikan bukan sebagai ujaran kebencian.

Presidium Nasional Jaringan Islam Nusantara (JIN) Furqan Jurdi menilai pernyataan itu dapat dilihat sebagai upaya untuk mengingatkan kaum muslimin agar bersatu dalam menghadapi kelompok yang mempertahankan kebatilan.

"Pak Amien mengingatkan kepada kita tentang dua kelompok, antara pembela yang haq dan pejuang kebenaran dengan kelompok yang mempertahankan yang kebatilan. Pembela yang haq akan selalu berada dalam barisan kaum muslimin meskipun mereka akan dibenci dan dimusuhi," jelasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (17/4).


Di satu sisi, lanjut Furqan, pembela yang batil akan senantiasa bersama dalam kekuatan besar hanya untuk mempertahankan kebtilan. Namun dia meyakini kekuatan kelompok kebatilan itu bakal melemah dan terpecah. Karena mereka bersatu hanya karena tuntutan uang dan kekuasaan.

"Tentu ceramah Amien Rais sebagai seorang mubalig dan tokoh bangsa, bukan sebagai politisi. Pembagian kelompok yang diberikan Pak Amien itu untuk menjelaskan pertarungan yang akan datang, karena itulah klasifikasi itu untuk menolak yang abu-abu, atau "kelompok ketiga". Tidak ada kelompok ketiga yang ada hanya dua itu. Antara partai setan dan partai Allah, tidak ada partai yang berhadapan kecuali dua itu," jelasnya.

Amien ditegaskannya hanya ingin umat Islam untuk lebih semangat lagi dalam menggalang persatuan dan menolak segala bentuk upaya pemecahan umat dan ormas Islam itu sendiri.

"Karena pertarungannya sudah jelas, antara thogut dan Islam. Amien Rais mengharapkan Islam menang melawan thogut di Indonesia untuk tahun depan," demikian Furqan. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya