Berita

Cho Hyun-min/BBC

Global

Siram Air Ke Pegawai, Putri Bos Korea Air Diselidiki Polisi

SELASA, 17 APRIL 2018 | 08:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Putri Bos maskapai penerbangan Korean Air, Cho Hyun-min meminta maaf atas perilaku kasar yang dilakukannya pada seorang staf beberapa waktu lalu.

Cho yang berusia 36 tahun itu menyiramkan air ke wajah seorang eksekutif periklanan dalam sebuah pertemuan.

Namun dia menyangkal insiden penyiraman air. Dia hanya mengaku mengaku mendorong manajer agensi periklanan.


Menurut laporan media lokal, Cho, yang juga dikenal sebagai Emily, kehilangan kesabarannya karena dia tidak senang dengan jawaban atas pertanyaannya selama pertemuan di Seoul bulan lalu.

Akibat hal tersebut, pihak Korea Air menangguhkan Cho yang merupakan wakil presiden senior di perusahaan tersebut selama polisi melakukan penyelidikan.

"Saya tidak memiliki kata-kata untuk mengatakan tindakan saya yang seharusnya tidak saya lakukan dalam keadaan apa pun," kata Cho dalam permintaan maafnya yang dipublikasikan di Facebook.

Cho sendiri adalah adik Cho Hyun-ah,  pewaris maskapai penerbangan ternama Korea Selatan itu.

Puluhan petisi online di situs web presiden Korea Selatan menuntut dia dihukum.

"Ini adalah aib nasional bahwa keluarga ini terus membuat masalah memalukan saat melakukan bisnis di bawah merek 'Korea'," tulis salah satu pemohon.

Pihak maskapai dalam sebuah keterangan awal pekan ini mengatakan bahwa Cho telah melemparkan secangkir air ke lantai tapi tidak mengenai wajah siapapun. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya