Berita

Evo Morales/Net

Dunia

Evo Morales: Amerika Serikat Ancaman Terbesar Terhadap Demokrasi

SELASA, 17 APRIL 2018 | 08:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Bolivia Evo Morales memperingatkan bahwa Amerika Serikat adalah ancaman terbesar bagi demokrasi.

"Ancaman terbesar terhadap kebebasan, melawan demokrasi, melawan Ibu Pertiwi dan melawan multilateralisme adalah Amerika Serikat. Saya tidak takut untuk mengatakan ini secara terbuka," kata Morales pada KTT Amerika di Lima Peru baru-baru ini.

"Washington menghabiskan ratusan ribu dolar untuk senjata pemusnah massal," sambungnya.


Morales menekankan bahwa negaranya,  Bolivia telah terguncang namun dengan sendirinya bebas dari pengaruh Badan Penegakan Narkoba Amerika Serikat (DEA) dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Kepemimpinan Morales telah ditandai dengan upaya untuk mengusir lembaga-lembaga ini, atau membatasi pengaruh mereka.

Pada tahun 2011 lalu, Morales pernah mengusir Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), menuduh negara itu mendanai LSM yang bekerja melawan kedaulatan negara.

"Amerika Latin bukan halaman belakang siapa pun. Ini bukan waktu dinding, bukan jembatan pemahaman, ini bukan waktu invasi, bukan integrasi," tegas Morales sambil menuntut berakhirnya blokade terhadap Kuba dan kembalinya wilayah Guantanamo yang diduduki. Demikian seperti dimuat Telesurtv. [mel]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya