Berita

Najib Razak/Net

Dunia

Jika Menang, Najib Janji Bantuan Tunai Naik 100%

SENIN, 16 APRIL 2018 | 10:51 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengiming-imingi bantuan tunai yang jauh lebih besar jika Barisan Nasional kembali berjaya di pemilihan raya (pemilu) ke-14.

Hal ini disampaikan Najibda­lam acara ground breaking pem­bangunan jalan nasional Bandar Pekan - Kampung Sungai Miang, kemarin. Dalam acara tersebut, Najib mengumumkan kenaikan uang bantuan tunai 1 Malaysia (BR1M) sebesar 100 persen.

"Para penerima bulan Juni hingga Agustus akan menda­pat BR1M sebesar 800 ringgit (Rp 2,8 juta)," umum Najib.


Sebelumnya, jumlah BR1M yang diterima keluarga miskin di Malaysia sebesar 400 ringgit Ma­laysia atau sekitar Rp 1,5 juta per bulan. Kenaikan 100 persen kali ini diklaim Najib sebagai bentuk kesuksesan perekonomian Ma­laysia yang terus tumbuh.

"Jika kita terus berkembang, perekonomian akan mening­kat. Jumlah BR1M pun akan makin besar,"  ujarnya.

Najib menyebut Bank Dunia sudah meningkatkan kualitas perekonomian Malaysia se­banyak empat kali tahun lalu.

"Tidak ada negara yang mendapat perubahan kualitas perekonomian sebanyak empat kali oleh Bank Dunia. Ini meru­pakan kabar baik," ujar Najib.

Dia berjanji akan menaik­kan jumlah BR1M jika me­mungkinkan.

"Jika ingin kualitas hidup baik dan BR1M terus naik, jangan salah pilih dalam pemi­lu mendatang,"  ujarnya.

Sebelumnya, di awal masa kampanye, Najib juga menjanji­kan jumlah bantuan tunai cukup besar kepada keluarga miskin, yang umumnya berasal dari etnis Melayu, dari 1.200 ringgit (seki­tar 4,2 juta rupiah) menjadi 2.000 ringgit (sekitar 7 juta rupiah).

Najib juga berjanji akan menghapus utang para petani dan pemilik tanah Melayu yang terkait dengan perusahaan perke­bunan negara, dan menciptakan tiga juta lapangan kerja baru untuk mengatasi kekhawatiran warga atas meningkatnya angka pengangguran di kalangan anak muda. ***

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya