Berita

Suriah/Net

Dunia

Senator AS: Tidak Ada Serangan Kimia Di Suriah

SENIN, 16 APRIL 2018 | 10:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Senator Amerika Serikat Asal Virginia, Richard H. Black mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa serangan kimia terjadi di Suriah.

Black yang pernah terbang ke Damaskus dan duduk bersama Presiden Suriah Bashar Al-assad selama dua jam itu pekan lalu mengatakan bahwa Assad sangat mungkin sedang dibingkai dalam serangan kimia yang dituduhkan.

"Tidak sepenuhnya jelas bahwa ada serangan," kata Black dalam pidato 20 menit yang dipublikasikan pekan lalu.


"Ada seorang dokter, dari rumah sakit (di Douma) yang mengatakan, 'kami belum menerima korban. Tidak ada yang dikirim'," sambungnya.

Dia menambahkan bahwa Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia, pengawas global, telah mengirim inspektur ke Suriah untuk mencoba mengkonfirmasi apakah itu serangan kimia yang menewaskan puluhan orang di Damaskus yang terjadi dua pekan lalu. Namun demikian belum ada keterangan jelas soal hasil penyelidikan itu.

Black yang merupakan seorang veteran Perang Vietnam diketahui merupakan salah satu sosok kontroversial. Di tahun 2016 lalu dia pernah dianggap sebagai senator pelindung Kristen Suriah dan penyangga terhadap ekstremisme Islam setelah bertemu dengan Assad.

Tuduhan yang sama pernah diterimanya di tahun 2014, ketika dia menulis surat pujian untuk Assad, yang diposting oleh presiden Suriah di Facebook. Demikian seperti dimuat Washington Post. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya