Berita

Romo Benny Susetyo dan Dubes Umar Hadi/KBRI Seoul

Dunia

Dialog Kebangsaan Ala Millenial Indonesia Di Negeri Gingseng

SENIN, 16 APRIL 2018 | 09:35 WIB | LAPORAN:

Jauh dari Tanah Air bukan berarti tidak peduli dengan nasib bangsa.

Bahkan di tengah himpitan tuntutan jadwal kerja lembur ataupun masa ujian tengah semester, ihwal kebangsaan tetap menjadi perhatian mendasar para millenial Indonesia di Korea Selatan.

Minggu (15/4) di penghujung hari, bertempat di Aula KBRI Seoul,  kaum muda yang digawangi  Perpika (Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan) berkumpul dan berdialog bersama berbagai elemen masyarakat Indonesia di Seoul dan sekitarnya untuk menyoal masalah kebangsaan dan kebhinekaan.


Dialog bertema 'Mengelola Keberagaman, Memperteguh Ke-Indonesiaan' menghadirkan Romo Benny Susetyo dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Dialog  mengalir dan menjangkau nilai-nilai kritis semua yang hadir. Berbagai pertanyaan pun tak berhenti disampaikan. Mulai dari persoalan bagaimana membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana mengelola informasi yang mereka terima dalam dilema paradox of plenty, hingga bagaimana memupuk keniscayaan sebagai satu bangsa di tengah berbagai hantaman pergesekan nilai-nilai modernitas yang kerap memunculkan sisi egosentris baik dikalangan millennial sendiri maupun elit politik di Tanah Air.

Menjawab serentetan pertanyaan yang mengemuka, Romo Benny secara lugas membedah satu per satu secara sederhana namun mengena.

"Membumikan Pancasila itu sudah tidak lagi dengan menghapal puluhan butir-butir nilai Pancasila. Namun salah satunya adalah  dengan mendulang prestasi tinggi serta membangun solidaritas dan jejaring. PR kita bersama yaitu bagaimana bangsa Indonesia membangun peradaban dan menjadi generasi yang tercerahkan," begitu jawaban Romo Benny.

Selain itu,  Romo Benny juga menggarisbawahi tantangan media sosial yang banyak membuat kaum millennial menjadi terdisorientasi.

"Kesadaran literasi digital masyarakat Indonesia harus diakui belum begitu tinggi. Serbuan berita hoax melalui media sosial masih belum bisa dikendalikan sepenuhnya. Untungnya sekarang mulai tumbuh komunitas millennial yang bertujuan memutus berita hoax yang menghujani media sosial di Tanah Air," tutur Romo Benny.

Menyoal keberagaman yang ada, Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi turut memberikan pendapatnya.

"Indonesia sudah fitrahnya sebagai negara berbhineka. Dan saat ini hampir seluruh bangsa di dunia ini menghadapi masalah yang sama, terutama dalam sisi kultural. Tarikan ke luar dan ke dalam, sentrifugal dan sentripetal, terus menerus menghimpit. Sensitifitas sukuisme, kedaerahan,  bahkan agama timbul  bersamaan dengan berbagai faham dari luar seperti liberalisme maupun komunisme. Kesemuanya ini dapat menyebabkan ke-Indonesiaan kita menjadi luntur," urai Dubes.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dubes Umar memberikan solusi kepada para millenial untuk banyak membaca.

"Yang harus kita pelajari adalah bangsa mana yang berhasil keluar dari permasalahan tersebut dan tidak menjadi tertutup," pesan Dubes.

Acara Dialog Kebangsaan diselenggarakan oleh Perpika bekerja sama dengan KBRI Seoul dengan tujuan untuk menanamkan serta memupuk rasa dan nilai-nilai keindonesiaan di kalangan generasi muda Indonesia di luar negeri.

Dialog bertujuan membangun kepercayaan diri para millennial ini untuk semakin bangga terhadap tanah air dan bangsa dan senantiasa berupaya untuk melihat perbedaan sebagai suatu kekuatan guna membangun Indonesia yang lebih baik.

Dialog dihadiri tak kurang dari 70 millenial Indonesia di Korsel. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai organisasi sosial kepemudaan yang ada seperti Persatuan Pelajar Indonesia,  PCINU, PCI Muhamadiyah, Persekutuan Gereja Indonesia, Komunitas Katolik Indonesia, Komunitas Muslim Indonesia hingga kelompok Gamelan dan Tari Tradisional Indonesia di Korsel.[wid]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya