Berita

Vladimir Putin/Net

Dunia

Serangan AS Dan Sekutu Di Suriah Mendorong Gelombang Pencari Suaka

SABTU, 14 APRIL 2018 | 17:22 WIB | LAPORAN:

Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik langkah Amerika Serikat dan sekutunya menyerang fasilitas sipil dan militer di Suriah.

Menurut agresi militer dengan latar belakang perang melawan terorisme itu telah melanggar piagam PBB dan hukum internasional.

Ia juga menila, agresi militer yang digagas AS dan sekutunya berdampak pada seluruh sistem hubungan internasional.


Rusia akan menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas tindakan agresifitas AS dan sekutunya di Suriah.

"Eskalasi krisis Suriah saat ini memiliki dampak yang menghancurkan pada seluruh sistem hubungan internasional," ujarnya seperti diberitakan Russian Telegraph, Sabtu (14/4).

"Washington hanya mendorong gelombang baru pencari suaka dari Suriah dan seluruh wilayah," ujarnya.

Amerika Serikat dan sekutunya melepaskan pemboman pada Sabtu dini hari sebagai pembalasan atas dugaan serangan kimia oleh pemerintah Assad di kota Douma, 10 kilometer dari Damaskus, pekan lalu.

Pemogokan dilakukan sebelum tim penyelidik dari Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) akan tiba di Douma untuk menentukan apakah serangan itu memang terjadi.

Sistem pertahanan udara Suriah telah mencegat mayoritas rudal jelajah dan rudal udara dari sekutu.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Suriah menyadap setidaknya 71 rudal jelajah dari 103 yang diluncurkan oleh sekutu pada hari Sabtu.  [nes]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya