Berita

Ilustrasi/Reuters

Dunia

Mesir Segera Perpanjang Keadaan Darurat

SABTU, 14 APRIL 2018 | 11:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mesir berencana akan memperpanjang keadaan darurat nasionalnya selama tiga bulan mulai bulan ini.

Begitu kabar yang dirilis media setempat akhir pekan ini seperti dimuat Reuters.

Mesir diketahui pertama kali memberlakukan keadaan darurat saat ini pada April 2017 setelah dua pemboman gereja menewaskan sedikitnya 45 orang. Itu diperpanjang pada bulan Juli dan lagi pada bulan Oktober lalu Januari.


Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengeluarkan keputusan pada hari Sabtu untuk memperpanjang jam malam yang sudah ada dalam deklarasi baru.

Perpanjangan terbaru adalah untuk memungkinkan pasukan keamanan untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghadapi bahaya dan pendanaan terorisme dan menjaga keamanan di semua bagian negara.

Mesir diketahui menghadapi pemberontakan Negara Islam di wilayah utara Sinai yang telah menewaskan ratusan tentara dan polisi dalam beberapa tahun terakhir dan telah meluas hingga mencakup serangan terhadap warga sipil.

Islamis lainnya yang beroperasi di gurun barat yang berbatasan dengan Libya juga telah menyerang pasukan keamanan.

Mesir juga memperpanjang jam malam di beberapa bagian Sinai Utara yang termasuk wilayah kota perbatasan Rafah dekat Gaza dari jam 7 malam sampai jam 6 pagi dan di sekitar EL-Arish dari jam 1 malam sampai jam 5 pagi. [mel]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya