Berita

Sergei Skipal dan Yulia/Net

Dunia

Inggris: Sergei Skipal Dimata-matai Intelijen Rusia Lima Tahun Terakhir

SABTU, 14 APRIL 2018 | 11:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Inggris mengklaim bahwa intelijen Rusia telah memata-matai eks agen ganda Sergei Skipal dan putrinya, Yulia setidaknya lima tahun sebelum mereka diserang dengan zat kimia beracun Maret kemarin.

Penasihat keamanan nasional untuk perdana menteri Inggris, Mark Sedwill mengatakan dalam sebuah surat kepada Sekjen NATO Jens Stoltenberg pekan ini bahwa akun email Yulia telah ditargetkan pada 2013 oleh spesialis maya dari layanan intelijen militer GRU Rusia.

Sedwill juga mengatakan dalam surat yang diterbitkan oleh pemerintah, bahwa sangat mungkin bahwa badan intelijen Rusia melihat setidaknya beberapa pembelotnya sebagai target sah untuk pembunuhan.


Skripal diketahui ditargetkan oleh apa yang dikatakan London sebagai serangan zat kimia yang menyebabkan mereka berdua menderita sakit selama berminggu-minggu. Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan sangat mungkin bahwa Moskow berada di belakang serangan itu.

Namun Rusia membantah. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pekan ini menekankan laporan Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) yang tidak mengkonfirmasi asal-usul racun yang digunakan terhadap Skripal.

Lavrov mengatakan laporan itu hanya mengkonfirmasi komposisi substansi dan klaim Inggris yang menegaskan posisi Inggris pada kasus Skripal terlalu dibesar-besarkan. [mel]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya