Berita

Antonio Guterres/Net

Dunia

Sekjen PBB: Perang Dingin Telah Kembali

SABTU, 14 APRIL 2018 | 07:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa Perang Dingin telah kembali dengan "pembalasan".

Peringatan itu dilontarkan Gutteres dalam peringatannya pada pembukaan rapat Dewan Keamanan PBB.

"Perang Dingin kembali dengan pembalasan, tetapi dengan perbedaan," katanya.


"Mekanisme dan pengamanan untuk mengelola risiko eskalasi yang ada di masa lalu tampaknya tidak lagi hadir," sambung Guterres seperti dimuat BBC.

Dia mendesak negara-negara untuk bertindak secara bertanggung jawab dalam situasi berbahaya ini.

Pernyataan itu dilontarkan Guterres dalam rapat Dewan Keamanan PBB yang diwarnai ketegangan, terutama antara Amerika Serikat dan Rusia, sebagai dua negara yang pernah terlibat Perang Dingin di masa lalu, di mana Rusia bisa dikatakan sebagai negara penerus utama Uni Soviet yang runtuh.

Selama sidang tersebut, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menuduh Amerika Serikat menggunakan serangan kimia yang diduga sebagai alasan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah Bashar Al Assad.

Sementara itu Duta Besar Amerika Serikat menuduh Assad menggunakan senjata kimia setidaknya 50 kali dalam tujuh tahun terakhir.

Amerika Serikat dan sekutunya sedang mempertimbangkan meluncurkan serangan rudal terhadap Suriah setelah serangan bahan kimia pekan lalu. [mel]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya