Berita

Dunia

Ekuador Beri 12 Jam Untuk Pemberontak Kolombia Buktikan Dua Wartawan Hidup

JUMAT, 13 APRIL 2018 | 14:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Ekuador Lenin Moreno memberikan kelompok pemberontak Kolombia 12 jam untuk membuktikan bahwa dua wartawan dan sopir mereka, yang diculik bulan lalu di perbatasan bersama mereka, masih hidup atau pasukan keamanan mereka akan mengambil tindakan bersama terhadap mereka.

Moreno kembali ke ibukotanya, Quito, dari pertemuan puncak regional di Lima, Peru jelang akhir pekan ini. Dia menindaklanjuti laporan yang belum dikonfirmasi bahwa reporter El Comercio Javier Ortega, fotografer Paul Rivas dan sopir Efrain Segarra dibunuh oleh sekelompok mantan pejuang Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia ( FARC).

Tanpa menentukan dengan tepat tindakan apa yang akan diluncurkan begitu tenggat waktu terlewati, Moreno mengatakan dia telah berbicara dengan Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, dan memintanya untuk menangani secara paksa dengan kelompok tersebut, yang mendanai dirinya sendiri melalui perdagangan kokain ilegal.


Santos mengatakan di akun Twitter-nya bahwa Moreno dapat mengandalkan dukungan pasukan bersenjata Kolombia.

Pada hari Rabu, sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh front Oliver Sinisterra, sebuah faksi mantan gerilyawan FARC yang menolak untuk mematuhi perjanjian perdamaian 2016, melaporkan bahwa orang-orang Ekuador telah tewas dalam operasi penyelamatan yang gagal.

Para wartawan dan sopir mereka sedang bertugas untuk koran El Comercio ketika mereka ditangkap. Foto bukti-hidup yang dirilis segera setelah penculikan mereka menunjukkan mereka dirantai dan digembok di leher. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya