Berita

Boneka Seks/Net

Dunia

Penjualan Boneka Seks Anak Di Amazon Bikin Geram Komisi Anak

JUMAT, 13 APRIL 2018 | 07:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Komisaris Anak Inggris mengkritik perusahaan e-commerce ternama dunia, Amazon karena menjual boneka seks anak-anak.

Kritik itu dilontarkan ketika ditemukan ada sejumlah boneka seks anak dijual di platform itu. Pihak Amazon mengatakan telah menghapusnya namun tak lama, penjualan boneka seks itu kembali muncul.

"Semua penjual Marketplace harus mengikuti pedoman penjualan kami dan mereka yang tidak akan tunduk pada tindakan termasuk penghapusan akun mereka. Produk yang dipermasalahkan tidak lagi tersedia," kata pihak Amazon dalam sebuah pernyataan seperti dimuat BBC.
 

 
Anne Longfield, Komisaris Anak Inggris menilai penjualan boneka seks anak itu menjijikkan.

"Tidak hanya saya, sebagai Komisaris Anak, tetapi masyarakat yang lebih luas juga, memiliki hak untuk mengharapkan perusahaan besar seperti Amazon, untuk tidak hanya menghapus produk-produk ini dari platform mereka, tetapi untuk menjelaskan mengapa mereka ada di sana di tempat pertama dan pastikan mereka tidak bisa dimuat ulang begitu saja," jelasnya.

"Boneka semacam itu jelas dibangun untuk satu tujuan dan tujuan itu adalah bahaya yang jelas terhadap keselamatan anak-anak yang sebenarnya," tambahnya.

UK Border Force sendiri telah menyita 179 boneka seks anak-anak sejak Maret 2016 sebagai bagian dari Operasi Shiraz, sebuah operasi khusus yang dibentuk bersama dengan National Crime Agency.

Pada bulan Juli 2017, seorang hakim memutuskan bahwa boneka seks anak adalah barang-barang cabul dan karenanya ditutupi oleh Undang-undang Bea dan Cukai Manajemen tahun 1979.

Namun, di Inggris bukan pelanggaran pidana untuk memproduksi atau memiliki boneka seks anak. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya