Berita

Foto/Net

Dunia

Pangeran Harry Cuma Undang Rakyat Biasa Ke Pesta Nikah

Bukan Raja Masa Depan
KAMIS, 12 APRIL 2018 | 10:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Daftar undangan kawinan Pangeran Harry dan Meghan Markle bukan misteri lagi. Hanya rakyat biasa yang diundang. Politisi dan pejabat negara tidak diundang.

Nama Perdana Menteri Inggris Theresa May atau Menlu Boris Johnson, tidak ada di daftar un­dangan kawinan Harry dan Mar­kle yang akan dilaksanakan pada 19 Mei 2018. Prosesi pernikahan akan digelar di St George's Cha­pel, Istana Windsor. Diperkirakan pernikahannya di gereja akan di­hadiri 600 kerabat dan sejumlah bangsawan kerajaan.

Adalah sudah menjadi keputu­san awal pasangan itu untuk mengundang anggota masyarakat ke dalam pekarangan kastil pada hari pernikahan mereka. Apalagi merujuk fakta, pangeran hanyalah berada di urutan ke­lima dari tahta kerajaan Inggris, sehingga aturan pemilihan tamu pun lebih longgar.


"Setelah konsultasi den­gan pemerintah, Keputusan untuk mengundang mereka yang memiliki hubungan dekat dengan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Tetapi bukan para pemimpin politik," kata Istana Kensington.

Barack Obama dan Michelle Obama, yang merupakan teman Harry, juga tak diundang. Di antara 1.200 anggota masyarakat yang akan diizinkan masuk ke dalam wilayah Istana Windsor pada 19 Mei adalah gadis 12 tahun yang terluka dalam se­rangan bom Manchester Arena. Namanya Amelia Thompson, dari Dronfield Woodhouse, dekat Sheffield, yang mengalami trauma setelah menyaksikan ledakan bom di konser Ariana Grande pada Mei 2017.

Pita suara gadis malang itu juga rusak karena berteriak ketakutan. Amelia akan ditemani nenek bernama Sharon Good­man, yang cucu perempuannya Olivia Campbell-Hardy mening­gal dalam pemboman itu.

Selain itu, ada tamu dari per­orangan individu yang dipilih kantor Lord Letnan regional, setelah Harry dan Markle meminta orang-orang dengan berbagai latar belakang dan usia.

Mereka yang telah meneri­ma undangan ke pekarangan pernikahan Harry dan Meghan adalah Reuben Litherland (14) dari Derby, sebagai pengakuan atas karyanya untuk komunitas tuna rungu.

Ruben, yang berkampanye un­tuk pemutaran film ramah tamah di bioskop, mengatakan, "Saya membuka surat itu dan saya tidak bisa percaya, kami me­nari-nari."

Pamela Anomneze (52) dari Haringey di London utara, yang bekerja di sebuah organisasi yang membantu orang dengan penyakit mental melalui seni dan kerajinan juga turut diundang.

Ibu tiga anak itu mengatakan, dia awalnya berpikir undangan itu adalah "lelucon April Mop".

"Ini benar-benar tidak bisa dipercaya," kata Anomneze Anomneze. Dia akan membawa putranya, Jude (15).

Guru sekolah dasar David Gregory dari Blyth, Northum­berland, yang telah memulai ini­siatif daur ulang dan klub STEM di sekolahnya, juga menerima undangan.

Undangan Pangeran Harry dan Markle berbeda 180 derajat dengan pesta pernikahan sang kakak, Pangeran William dan Kate Middleton.

Kala itu, daftar undangan untuk pernikahan Duke dan Duchess of Cambridge pada 2011, mencerminkan posisi mempelai laki-laki sebagai raja masa depan. Mereka yang diun­dang antara lain para bangsawan asing, gubernur jenderal, duta besar, tokoh agama senior dan banyak politisi dari seluruh dunia.

Perdana Menteri David Cameron, Wakil PM Nick Clegg dan pemimpin Partai Buruh Ed Mili­band, termasuk di antara mereka yang hadir saat itu.

PM Australia Julia Gillard dan PM Selandia Baru John Key termasuk di antara para pemimpin dari negara-negara Persemakmuran yang diundang. ***

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya