Berita

Foto/KBRI Moskow

Dunia

Dubes Wahid Supriyadi Senang Mahasiswa Indonesia Boyong Medali Dari Moskow

KAMIS, 12 APRIL 2018 | 05:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tim mahasiswa Universitas Diponegoro berhasil membawa pulang penghargaan medali emas pada ajang the 21st Moscow International Inventions and Innovative Technology Salon "Archimedes" yang berlangsung di Moskow, Rusia.

Mereka memperkenalkan sebuah hasil karya artificial tree yang dinamakan ATOMP (Artificial Transparent Tree of Membrane Photocatalyst).

Selain medali emas 'Archimedes', mahasiswa Univesitas Diponegoro juga memperoleh Special Awards Gold Medal dari Association of Thai Innovation and Invention Promotion.  


Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M. Wahid Supriyadi mengapresiasi inisiatif keikutsertaan dan keberhasilan yang diraih tim mahasiswa Universitas Diponegoro pada kompetisi dan pameran yang bergengsi ini. Selain menunjukan hasil karya dan inovasi baru, keikutsertaan mereka juga untuk menambah wawasan, pengetahuan, pengalaman dan networking.

"Rusia sebagai salah satu negara yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi. Kerjasama dengan Rusia di bidang teknologi merupakan salah satu peluang bagi kita," kata Duta Besar Wahid Supriyadi saat menerima tim mahasiswa di KBRI Moskow, dalam keterangannya, Kamis (12/4).

Tim mahasiswa Univesitas Diponegoro sebanyak empat orang, yaitu Christian M.T. Sinaga (Teknik Elektro), Aurelia T. Senduk (Teknik Lingkungan), Eko Wahyu Saputro (Teknik Mesin) dari Fakultas Teknik, dan Beti Safitri (Kimia) dari Fakultas Sains dan Matematika.

Menurut Christian, Artificial Tree ini bekerja dengan cara menyerap udara dari atmosfer dan menyaringnya dengan membran yang dipasang di dalam selang udara. Membran ini akan menyaring gas karbon dioksida (CO2) dengan gas-gas lain yang masuk. Gas karbon dioksida akan dikonversi dengan teknologi plasma menjadi gas oksigen (O2) yang akan dilepaskan keluar sistem dan gas karbon monoksida (CO) yang akan disimpan untuk selanjutnya dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif.

Moscow International Inventions and Innovative Technology Salon "Archimedes" merupakan acara internasional tahunan berupa kompetisi dan pameran riset dan teknologi. Dalam Salon "Archimedes" kali ini disajikan berbagai kelompok penemuan dan inovasi teknologi, seperti kedokteran dan teknologi medis, transportasi, teknik mesin, industri ruang angkasa, teknologi informasi dan telekomunikasi, metalurgi, argoindustri, perlindungan dan penyelematan manusia.

Pameran diikuti oleh perwakilan-perwakilan dari 26 negara seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, India, Saudi Arabia, Korea Selatan, Kazakhstan, dan Portugal, serta 55 wilayah di Rusia, termasuk lembaga-lembaga pendidikan. [rus]

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya