Berita

Video musik yang diretas/BBC

Dunia

Video Musik Despacito Di Youtube Diretas

RABU, 11 APRIL 2018 | 07:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Video musik YouTube untuk lagu hit "Despacito" yang telah lebih dari lima miliar kali penayangan diretas pekan ini.

Gambar sampul video klip tersebut diganti dengan foto yang menunjukkan sekelompok orang yang memakai topeng dan senjata.

Video milik penyanyi asal Amerika Latin itu terpaksa untuk sementara waktu offline sampai masalahnya diperbaiki.


Bukan hanya video itu, sejumlah video musik senimal lain yang diposting oleh layanan hosting musik Vevo, termasuk Shakira, Selena Gomez, Drake dan Taylor Swift, juga terpengaruh oleh peretasan.

Para peretas yang menyebut diri mereka Prosox dan Kuroi'sh, telah mengganti beberapa judul video dengan pesan mereka sendiri, termasuk panggilan ke "Garis Palestina\" di samping nama panggilan mereka sendiri.

"Setelah melihat aktivitas pengunggahan yang tidak biasa pada beberapa saluran Vevo, kami bekerja cepat dengan mitra kami untuk menonaktifkan akses ketika mereka menyelidiki masalah tersebut," kata juru bicara YouTube seperti dimuat BBC (Selasa, 10/4).

"Kami sedang berupaya untuk memulihkan semua video yang terpengaruh dan katalog kami untuk dipulihkan ke urutan kerja penuh. Kami terus menyelidiki sumber pelanggaran tersebut," tambahnya.

Sementara itu, sebuah akun Twitter yang tampaknya milik salah satu peretas telah memposting bahwa hal itu dilakukan hanya untuk kesenangan.

"Ini hanya untuk bersenang-senang, saya hanya menggunakan skrip 'youtube-change-title-video' dan saya menulis 'diretas'," tulis pengguna di akun Twitter tersebut.

"Jangan menilai saya, saya suka YouTube," tambahnya.

Pakar keamanan cyber, Prof Alan Woodward, dari Universitas Surrey, mengatakan tidak mungkin peretas itu dapat mengakses dengan mudah.

"Untuk mengunggah dan mengubah konten video dengan kode Anda harus meminta token otorisasi," katanya.

"Jadi, baik peretas ini telah menemukan cara untuk mendapatkan otorisasi, atau mereka sedang ekonomis dengan fakta, atau mereka memperoleh izin dengan cara lain," tegasnya. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya