Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Masyarakat Kaltim Ingin Pemimpin Wajah Baru

MINGGU, 08 APRIL 2018 | 21:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) menginginkan pemimpin wajah baru dengan program yang lebih efektif mengatasi segala persoalan yang ada. Kesimpulan ini nampak dari hasil riset door to door interview (DTDI) yang dilakukan Relawan Hebat Kaltim (Rekat).

"Sebanyak 37,27% masyarakat memilih paslon nomor urut 4 Rusmadi-Safaruddin, disusul paslon nomor 3 Isran Noor-Hadi Mulyadi sebanyak 23,70%," kata Ketua Rekat Irsyad dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (8/4).

DTDI dilakukan oleh ribuan relawan Rekat terhadap 125.000 rumah di 7 kabupaten/kota di Kaltim.


Adapun untuk posisi ketiga, sebanyak 21,83% memilih paslon nomor 2 Syaharie Jaang Awang-Ferdian Hidayat, sementara pasangan Andi Sofyan Hasdam Rizal Effendy menempati posisi buncit dengan 17,23% pemilih.

"Ini di luar dugaan," kata dia.

Irsyad mengimbau masyarakat Kaltim tidak golput pada Pilgub 27 Juni 2018. Hal ini disampaikan Irsyad menilai tingginya angka golput pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2015 lalu, yang mencapai 43% akan berpotensi menjadi ancaman pada pemilihan gubernur Kaltim 2018.

"Masyarakat lebih banyak memilih melaksanakan aktifitasnya masing-masing ketimbang datang ke tempat pemungutan suara (TPS)," kata Irsyad.

Menurut Irsyad, rendahnya kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menentukan masa depan Kaltim mendorong terbentuknya tim Relawan Kaltim Hebat atau disingkat Rekat. Tujuan terbentuknya Rekat, kata Irsyad, tidak lain untuk mengakomodir dan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, agar mereka dapat menggunakan hak pilihnya sebaik mungkin.

"Inilah yang mendasari terbentuknya Rekat, paling tidak kita dapat menekan jumlah angka golput," sebut Irsyad.

Selain mengakomodir dan memberikan pendidikan politik, Rekat juga menghimbau agar masyarakat Kaltim bisa lebih cerdas dalam memilih cagub dan cawagub Kaltim untuk lima tahun kedepan.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya