Berita

Jokowi-Rommy/Net

Politik

Pimpinan Pesantren Mawaridussalam Berterima Kasih Kalau Jokowi Gandeng Rommy

MINGGU, 08 APRIL 2018 | 15:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Joko Widodo satu-satunya yang baru memegang tiket calon presdien (Capres) pada Pilpres 2019. Meski belum deklarasi, petahana yang akrab disapa Jokowi itu sudah diusung lima partai politik: PDIP, Partai Golkar, PPP, Partai Hanura dan Partai Nasdem.

Temuan survei dan banyak pengamat yang mengatakan, kelemahan Jokowi adalah dari sisi pemilih umat Islam. Untuk melengkapi kelemahan itu, beberapa nama disebut-sebut tepat mendamping Jokowi. Misalnya, Ketum PPP M. Romahurmuziy, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi.

Pimpinan Pesantren Mawaridussalam KH. Syahid Marqum juga mendorong agar Cawapres untuk pendamping Jokowi adalah figur yang dekat dengan umat Islam dan pendidikan pesantren.


"Ini tidak bisa ditawar lagi. Terutama sosok yang mendukung penguatan pendidikan pesantren dan madrasah, yang tahu akan kebutuhan ummat," kata Buya Syahid sapaan akrabnya kepada redaksi di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (7/4).

Kemarin, Buya Syahid menerima kunjungan Ketum PPP M. Romahurmuziy di pesantrennya. Dalam tausiyah kebangsaan Gus Rommy sapaan akrab anggota DPR RI itu, dia meminta doa dan dukungan dari para ulama dan santri agar Rancangan Undang-Undang (RUU) soal pendidikan madrasah dan pesantren yang diusulkan Fraksi PPP di DPR segera disahkan.

UU nanti akan mengakomodasi seluruh pendidikan berbasis agama yang selama ini terkesan dianaktirikan. Nanti, 20 persen APBN untuk sektor pendidikan akan ikut dinikmati madrasah dan pesantren.

Menurut Buya Syahid, sosok cicit ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. Wahab Chasbullah itu sangat tepat mendampingi petahana Jokowi.

"Dari segi pemikiran ditambah masih energik, sangat cocok sekali. Apalagi sesudah mendengarkan pidatonya (Gus Rommy) langsung dari dirinya yang bernuansa, dia juga alumni pesantren, tahu dia akan kebutuhan umat, jadi kenapa tidak. Kalau Allah pilih beliau (cawapres pendamping Jokowi), jadi kami sangat merespon dan berterima kasih," terang Buya Syahid.

Ditambahkannya, kebutuhan umat dan masyarakat akan kepemimpinan mendatang adalah, tahu masalah dan punya solusinya.

"Termasuk rasionalitas yang diperjuangkan tadi, RUU soal pendidikan madrasah dan pesantren. Aturan ini sangat dinanti-nanti umat dan kalangan pesantren," demikian Buya Syahid. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya