Berita

SBY/Net

Politik

Di Klaten, SBY Imbau Petani Tidak Jual Padi Ke Tengkulak

MINGGU, 08 APRIL 2018 | 01:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketahanan dan swasembada pangan di negeri ini memang penting. Namun, yang terpenting dari itu semua adalah kesejahteraan para petani.

Begitu kata Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berdialog dengan ratusan petani di Pendopo Graha Mahardika Samiyasa Desa Tlogo, Klaten, dalam rangka Tour de Jawa Tengah Partai Demokrat, sebagaiama keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (7/4).

"Jangan sampai petani membanting tulang siang malam, kepanasan kehujanan, memproduksi padi, tapi dijual harganya tidak seberapa. Yang untung tengkulak-tengkulak. Ini tidak adil," ujar Presiden keenam RI itu.


Kepada para petani, SBY mengimbau untuk tidak menjual padi ke tengkulak karena petani akan mendapat harga rendah. Dia menyarankan agar memanen terlebih menjadi gabah, basah atau kering.

Sementara kepada pemerintah, SBY mengimbau agar tidak membiarkan para tengkulak memainkan harga.  

"Pemerintah pun harus memperhatikan, jangan biarkan pihak-pihak mempermainkan harga pangan yang menyebabkan petani rugi. Harus sama-sama untung," sambungnya.

Dalam kesempatan ini, dia menyebut akan menyampaikan semua keluhan petani kepada Presiden Jokowi agar ditindaklanjuti.

"Saya masih sering bertemu dengan Pak Presiden Jokowi, hubungan kami baik. Nanti akan saya sampaikan keluhan bapak dan ibu ini," tukasnya. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya