Berita

Politik

Pemerintah Abai Monitoring Real Time Pipa Di Teluk Balikpapan

SABTU, 07 APRIL 2018 | 17:57 WIB | LAPORAN:

Komisi VII DPR-RI Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy menilai tragedi tumpahan minyak di Teluk Balikpapan seharusnya mendapat sorotan para politisi dan media.

Menurutnya sejak peristiwa terjadi, belum ada politisi yang memantau lokasi dan menanyakan langkah yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Tidak hanya politisi di senayan, pemerintah juga ikut tutup mata.


"Kasus ini besar, tapi politik dan media kurang, padahal ini menyangkut nyawa sosial ekonomi dan masa depan perekonomian," ujarnya saat diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Sabtu, (7/4).

Tjatur menilai peristiwa tumpahan minyak lantatan kurangnya fungsi pengawasan dari pemerintah. Padahal aturan terhadap pelayanan sudah tertera dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 dan UU 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. Namun pelaksanaannya belum terealisasikan.

"Pertama adalah Pasal 47 tentang analisis resiko lingkungan, saya mengharapakan pasal itu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah," tegasnya.

Dijelaskannya lagi bahwa di Teluk Balikpapan perharinya ada 40 tangker kapal besar yang mensuplai 200 ribu barrel minyak mentah. Hal ini luput dari pantauan dan monitoring terhadap pipa secara real time juga terabaikan.

"Kalau ada pipa putus, seharusnya ada bunyi. Objek vital nasional ini. Humasnya pertamina Balikpapan bilang ini Marine Fuel Oil (MFO)," ujarnya. [nes]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya