Berita

Gatot Nurmantyo dan Jokowi/Net

Politik

Pernah Kurang Harmonis, Peluang Gatot Dampingi Jokowi Kurang Bagus

SABTU, 07 APRIL 2018 | 14:52 WIB | LAPORAN:

Gatot Nurmantyo dinilai tidak memiliki peluang yang cukup bagus untuk bisa mendampingi Joko Widodo (Jokowi) sebagai Cawapres di Pilpres 2019 mendatang.

Hal itu lantaran keduanya sempat tampak kurang harmonis hingga berujung pemecatan Gatot sebagai Panglima TNI beberapa waktu lalu.

"Jokowi tidak akan memilih Gatot. Jokowi pernah kecewa ke Gatot. Yang berujung pada pemecatan Gatot dari Panglima TNI sebelum masa jabatannya berakhir," ujar pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada redaksi, Sabtu (7/4).


Hingga saat ini, Gatot berpeluang maju sebagai Capres penantang Jokowi di Pilpres 2019. Meski pun belum ada deklarasi resmi dari Gatot atau parpol yang bersedia mengusungnya.

"Jika Gatot mau nyapres atau jadi Cawapres itu hak beliau. Karena sudah pensiun dari TNI. Namun belum ada partai yang mendukung dirinya," tutur Ujang.

Opsi lainnya, Gatot bisa maju melalui jalur independen. Namun, menurut Ujang, jalur perseorangan di ajang Pilpres jauh lebih berat dibandingkan maju melalui usungan parpol.

"Jalur independen itu berat. Lebih berat dari jalur parpol," tegas Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu.

Sementara peluang Gatot untuk bisa diusung poros ketiga dari koalisi PAN, PKB dan Demokrat, Ujang menyebut hal itu masih sekedar wacana.

"Poros ketiga itu masih jauh dari kenyataan. Masih sekedar wacana. PAN dan PKB akan medapat ke Jokowi. Tinggal nunggu waktu saja. Demokrat juga sama," paparnya.

Ujang menilai, Gatot tetap berpeluang bergabung dengan partai lain sebagai kendaraan politiknya.

"Namun Gatot bisa aktif di Gerindra atau partai lainnya," pungkasnya. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya