Berita

Foto/RMOL

Politik

Pendemo: Tangkap Kecebong Monas Bu Suk!

JUMAT, 06 APRIL 2018 | 18:32 WIB | LAPORAN:

Ribuan Massa mendesak kepolisian menangkap Sukmawati Soekarnoputri, karena dianggap telah menoda agama melalui puisi berjudul Ibu Indonesia.

Para pendemo juga meneriakkan yel yel yang meminta polisi segera menangkap Sukmawati. Massa memilih memanggil Sukmawati dengan sebutan Bu Suk, penggalan bu Sukmawati.

Hampir semua orator yang berorasi di atas mobil komando juga menggunakan kata Bu Suk saat menyatakan tuntutannya di depan Kantor Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/4).


Aktivis Islam, Eggy Sudjana misalkan. Dia mempelesetkan adik Megawati itu dengan menggunakan jeda.

"Bu Suk Mawati harus diproses hukum meskipun dia sudah minta maaf. Karena itu kan delik aduan," katanya.

Panggilan itu juga disematkan oleh Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif. Menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

"Tangkap si Bu Suk. Kalau tidak segera ditangkap, jangan salahkan umat Islam akan menghukum dengan caranya sendiri," ujarnya.

Tidak hanya penggalan Bu Suk, salah satu orator bahkan menyebut Sukmawati sebagai 'kecebong Monas' lantaran dongkol dengan puisi yang dibacakan Sukmawati.

Seharusnya putri ketiga Presiden Soekarno itu berkonsultasi dengan tokoh agama sebelum membacakan puisi itu di depan publik.

"Aku tak tahu syariat Islam, yang ku tahu adalah suara kidung Indonesia adalah sangatlah elok, lebih elok dari lantunan suara adzan. Yeee... Bu Suk, yeee... Kecebong Monas. Kalau enggak tahu, tanya kyai, tanya habib, tanya ustad. Kan banyak," kata pria yang memakai jubah putih ini yang disambut tawa sepuluh ribuan pendemo. [nes]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya