Berita

Terawan Agus Putranto/RMOL

Politik

Dokter Terawan Yang Saya Kenal

JUMAT, 06 APRIL 2018 | 15:46 WIB | OLEH:

DOKTER Terawan Agus Putranto adalah pribadi yang rendah hati dan selalu siap menolong siapa saja. Tigapuluh ribu lebih pasien dari dalam dan luar negeri sudah berhasil ia selamatkan melalui teknik penyembuhan stroke yang dia temukan tanpa memandang status sosial mereka.

Metoda penyembuhan dokter Terawan dikenal sebagai teknik Digital Substraction Angiogram atau metode 'cuci otak' untuk meningkatkan kualitas otak bagi pasien stroke. Metoda DSA dokter Terawan dilakukan untuk meningkatkan perfusi otak dengan mengurangi radiasi dan efek ke ginjal  hingga 10 kali lipat dibanding DSA biasa.

Dalam kesehariannya, dokter Terawan selalu melayani pasien yang datang menemui kendati tanpa janji, dan menjelaskan secara detil tentang hasil rontgen pasien stroke ataupun tentang operasi yang akan dan sudah dilakukan. Padahal pangkat bintang dua tersandang di pundak dokter Terawan, namun tidak ada birokrasi seperti jenderal pada umumnya.


Dokter Terawan yang taat beribadah ini dengan ringan tangan turut membantu jalannya operasi bagi para penderita stroke. Ini menunjukan bahwa dia bekerja dengan hati, karena baginya hidup ini adalah melayani. Oleh sebab itu tidaklah heran bila semua pasien disapanya dengan penuh kehangatan dan kegembiraan.

Ada hal yang sangat menarik ketika pasien sudah berkumpul di ruangan kerjanya, Dokter Terawan usai menyapa para pasien langsung duduk di kursi kerja dan langsung mengatupkan kedua tangan untuk berdoa tanpa menghiraukan suasana sekelilingnya. Dalam doa dia menyerahkan penyelenggaraan hidupnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Setelah itu pasien maju satu persatu ke meja tempat praktek dokter Terawan.

Di RSPAD semua pasien baik sipil dan militer dilayani dengan baik. Pasien BPJS pun mendapat pelayanan yang sangat memuaskan. Hal ini saya saksikan ketika menemani dr Terawan inspeksi ke ruangan kelas III dan didapati pasien BPJS yang seharusnya dapat kamar kelas I.

Rupanya ketika masuk RSPAD seluruh kelas I dan II sudang penuh, namun ketika ada kamar kelas I yang kosong sang pasien enggan pindah karena semua fasilitas di kamar kelas III sama saja baiknya dengan di kelas I, hanya beda jumlah tempat tidur saja. Begitu alasan sang pasien seraya memuji tempat tidur kelas III yang kualitasnya sangat bagus.

Sejak dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Terawan, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto mengalami kemajuan yang luar biasa pesat.

RSPAD selalu meraih keuntungan sehingga keuntungan itu dapat digunakan menambah dan memperbaiki seluruh fasilitas kesehatan di rumah sakit yang memiliki peralatan terlengkap di Indonesia tanpa menggunakan dana APBN. Dia ingin membangun RSPAD menjadi rumah sakit terbesar dan modren sehingga dapat menjadi pusat pengobatan nasional. Tentunya ini proyek besar yang menggiurkan bagi para cukong yang ingin meraih keuntungan.

Selama memimpin RSPAD dokter Terawan sudah banyak memberi sanksi hingga memecat bawahan yang bekerja tidak benar dan ketahuan bermain proyek karena dia tidak ingin RSPAD diatur oleh para cukong yang mencoba meraih keuntungan dari RS yang dipimpinnya.

Kendati pangkatnya bintang dua, namun dokter terawan pernah memimpin organisasi dokter militer dunia atau International Commite on Military Medicane (ICMM) yang hampir semua anggotanya jenderal bintang tiga.

Sungguh, dokter Terawan adalah aset bangsa yang memilik talenta yang sudah diakui dunia internasional. Sehingga Kantor Berita Politik RMOL pun pernah memberi penghargaan di acara Malam Budaya Manusia Bintang RMOL sebagai sosok menginspirasi. Oleh sebab itu sangatlah mengherankan apabila dia mendapat sanksi dari IDI.

Agaknya banyak 'Otak' yang perlu di cuci agar berpikir sehat.[***]





Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya