Berita

Foto: Net

Politik

Hak Pilih Sebagian Warga Papua Hilang Musibah Demokrasi

JUMAT, 06 APRIL 2018 | 09:42 WIB | LAPORAN:

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang paling bertanggung jawab jika sebagian besar warga Papua tak bisa menggunakan hak konstitusionalnya dalam ajang Pemilu 2019 nanti.

"Nggak boleh negara mencari alasan ba bi bu. Pokoknya diakali dong bagaimana warga Papua dapat menggunakan hak pilihnya," kata pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (6/4).

Pangi menegaskan, pemerintah harus mencari solusi tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan bukan malah sibuk berkelit. Masyarakat pemilih dan si calon yang pasti dirugikan karena hak konstitusionalnya dirampas.


"Pemerintah dalam setiap kali Pemilu selalu berkelit mencari alasan dan dilogika-logikakan seolah masuk akal dan diterima alasannya. Bukannya memikirkan mengakali bagaimana warga bisa memilih. Sampai kapan kita negara yang selalu berlindung di balik kelemahannnya dengan mencari alasan," kritik direktur eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini.

Pangi yang akrab disapa Ipang menekankan, jika masyarakat tak bisa menggunakan hak konstitusionalnya dalam negara demokrasi ini hanya karena tak memiliki KTP-el, tidak terdaftar dalam DPT dan lain sebagainya, maka itu sudah masuk kategori golput administratif.

"Kalau golput teknis dan golput ideologis lain cerita. Tapi Masyarakat golput karena administratif dari setiap rangkaian Pemilu. Ini musibah demokrasi," pungkasnya.[wid]


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya