Berita

Foto: Net

Politik

Sandiaga: Justru Prabowo Mengingatkan Indonesia Punya Potensi

JUMAT, 06 APRIL 2018 | 02:12 WIB | LAPORAN:

Sejumlah kritik untuk pemerintah yang disampaikan Prabowo Subianto melalui manuver politiknya, membuat Sandiaga Uno bereaksi. Wakil Gubernur DKI itu mengatakan, pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut bukan sebagai suatau serangan.

"Sebetulnya saya tidak melihat (pernyataan Prabowo) sebagai serangan. Pak Prabowo justru mengingatkan kita. Bahwa, bangsa kita punya potensi, tapi kalau kita lengah akan jadi bulan-bulanan," kata Sandi saat ditemui dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/4).

Sandi mencontohkan maksud dari pesan tersirat Prabowo tersebut. Dalam bidang ekonomi misalnya, papar Sandi, jika masyarakat hanya menjadi pasar, maka tidak dapat mengelola sumber daya yang ada. Termasuk juga di sektor kedaulatan, katahanan dan lainnya.


"Kekuatan kita bakal tercabik-cabik. Elit terutama. Nggak melihat kemampuan kita untuk membuat kebijakan yang bisa mengambil potensi kita ini," terangnya.

Terlepas dari realitas objektifnya, Prabowo menurut sejumlah pengamat politik, tetaplah menyerang. Serangan itu juga sebagai upayanya untuk mendongkrak kualitas (Upgrade) yang tertinggal dari calon petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sekaligus menurunkan kualitas (Downgrade) politisi PDIP tersebut.

"Belum ke sana ya. Tujuannya masih di tahap sangat awal. Prabowo sangat dikenal masyarakat, popularitas sudah sangat tinggi," tutur Sandi.

Untuk itu, lanjutnya, Prabowo ingin masyarakat memikirkan apa topik-topik utama yang perlu disikapi. Khususnya, terkait masalah ekonomi.

"Pak Prabowo mengingatkan ekonomi kita nggak berjalan sama sekali. Kita bisa lihat sendiri, bagaimana ekonomi kita yang punya potensi ini belum bisa menghasilkan lapangan kerja, belum bisa menghasilkan kemandirian," demikian Sandi.

Prabowo baru-baru ini mengeluarkan pernyataan kontroversial melalui pidatonya yang menyerang elit politik dengan sebutan goblok dan bermental maling.

Tak hanya itu, Prabowo menyebutkan bahwa 80 persen kekayaan negara dikuasai hanya satu persen golongan. Dia juga mengatakan setelah sekian lama merdeka ternyata kekayaan negara tidak tinggal di bangsa Indonesia. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya