Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo Terancam Tak Bisa Nyapres

KAMIS, 05 APRIL 2018 | 18:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketidakpastian pencalonan Prabowo Subianto oleh Gerindra membuka ruang manuver politik di kubu penantang Joko Widodo. Munculnya nama Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, Muhaimin Iskandar, membuat konfigurasi politik semakin dinamis.

Demikian disampaikan Deputy Director Institute for Transformation Studies (Intrans) Endang Tirtana dalam pesan elektronik yang diterima redaksi, Kamis (5/4).

Undang-undang Pemilu mensyaratkan jumlah 20% suara partai untuk mengusung capres dan cawapres. Dengan hanya berbekal suara 11,81%, kata Endang, Gerindra harusnya khawatir dengan munculnya nama-nama baru tersebut.


"Gerindra butuh paling sedikit 9% untuk bisa mencalonkan capres dan cawapres. Dengan hanya didukung oleh PKS yang hanya 7,59% atau hanya didukung oleh PAN dengan suara 7,59%, posisi Gerindra tidak sekuat Jokowi dengan PDIP yang mengantongi suara 18,95%," kata dia.

Endang mengatakan Gerindra bisa ditinggalkan setiap saat oleh partai politik di luar pendukung Jokowi. Dengan kebutuhan 9% suara, posisi Gerindra sama dengan posisi PKS, PAN, PKB dan Demokrat.

Dia melihat PKS sudah pasang kuda-kuda dengan berbagai skenario. PKB sedang berputar-putar dengan mencalonkan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres. Begitu juga Demokrat masih menunggu sinyal kuat dari PDIP mengenai tempat terbaik untuk AHY.

Sikap PKS nampak dari adanya 9 nama yang dimunculkan untuk diusung sebagai capres dan cawapres. Adapun Demokrat menikmati popularitas AHY dan modal suara 10,9% menggandeng PKB sudah mencukupi syarat Presidential Threshold 20% untuk mengusung sendiri capres dan cawapres.

"Gerindra harus benar-benar memastikan PAN dan PKS tidak berpaling, dan itu bukan dengan menimbang elektabilitas Prabowo melawan Jokowi, apalagi menunggu untuk memilih apakah mengusung Prabowo, Gatot atau Anies," kata Endang.

Boleh saja Prabowo sibuk bekeliling menebar pidato-pidato serangan terhadap pemerintah dan elit. Berbagai topik dibicarakan mulai dari hutang hingga biaya Asian Games. Meski demikian kata Endang, Prabowo harusnya lebih dulu menyapa partai koalisinya.

"Terlalu lama berkeliling sebelum memastikan angka 20% aman untuk tiket Pilpres cukup beresiko. Membiarkan partai-partai terlalu lama menunggu akan membuka ruang manuver semakin kuat. Apalagi jika kubu Jokowi juga meningkatkan komunikasi, lobby dan tekanan ke partai-partai pendukung Prabowo," tukas Endang.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya