Berita

Bastian Simanjuntak/Net

Politik

Elit Sekarang Munafik, Tak Akui Pejabat Bermental Maling Sedang Berkuasa

KAMIS, 05 APRIL 2018 | 05:34 WIB | LAPORAN:

Proses pengusutan kasus Papa Minta Saham mandek. Pengusutan yang tidak menunjukkan titik terang menjadi pertanyaan di ruang publik.

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak mengatakan, dengan mandeknya pengusutan kasus Papa Minta Saham, semakin membuktikan bahwa memang di republik Indonesia ini masih terus bercokol para pejabat bermental maling.

"Tidak heran jika Prabowo mengungkapkan kegeramannya dan mengatakan banyak pejabat bermental maling. Banyaknya kasus korupsi yang terjadi setelah reformasi 98 adalah bukti bahwa memang masih banyak pejabat kita yang bermental maling,” ujar dia dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Kamis (5/4).


Sayangnya, kata dia, masyarakat dan para elit politik Indonesia sekarang pun munafik, tidak mau mengakui bahwa para pejabat bermental maling itu sedang berkuasa.

"Akui saja, mengapa harus ditutup-tutupi? Toh banyak bukti-buktinya kita jangan munafik dan pencitraan terus. Akui saja jika memang masih banyak maling di republik ini,” ujarnya.

Lihat saja, sebagai contoh, lanjut dia, salah satu kasus besar yang sempat terbongkar adalah kasus Papa Minta Saham. Kasus ini terkuak setelah terbongkarnya rekaman percakapan cawe-cawe antara Setya Novanto, Muhammad Reza, dengan Direktur Freeport Indonesia, Maaruf Samsudin.

Dia menjelaskan, dalam percakapan tersebut disebut-sebut nama Jokowi, Luhut Panjaitan dan JK.

"Yang inti percakapannya adalah permintaan saham dari Freeport untuk pembangkit listrik yang nantinya akan men-support smelter Freeport sebagai bahan bargaining untuk perpanjangan ijin Freeport,” ujar Bastian.

Sangat disayangkan, bocoran pembicaraan yang sempat diperdengarkan secara umum dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan DPR tersebut tidak ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah Jokowi.

Padahal, kata dia, Jokowi pernah marah di hadapan media dengan mengatakan agar siapapun jangan menjual-jual nama lembaga Negara untuk kepentingan pribadi.

"Tontonan kemarahan Jokowi tidak ditindaklanjuti dengan instruksi yang jelas kepada jajaran di bawahnya untuk mengusut skandal freeport tersebut, baik Polri maupun Kejaksaan, dan KPK pun tidak melakukan apa-apa,” ujar Bastian.

Bastian pun mereview pidato-pidato Prabowo yang mengkritisi para elit berperilaku maling dan rakus patut didukung. Karena, kata dia, kenyataannya memang masih banyak maling di Indonesia.

"Harus ada yang mem-blow-up secara terus menerus agar kita semakin jijik dengan prilaku koruptif dan kolutif, yang acapkali dilakukan oleh politisi yang sedang berkuasa,” ujarnya.

Hal itu juga bisa dijadikan sebagai bentuk kritik keras terhadap pemerintah Jokowi agar lebih serius memberantas Korupsi Kolusi dan Nepotisme. "Karena memberantas KKN merupakan salah satu agenda Reformasi 98,” ujarnya.

Selama 20 tahun ini, lanjut Bastian, KKN masih saja terjadi, tandanya reformasi telah gagal.

Dikatakan dia, Jokowi pun harus mengakui bahwa rezimnya gagal memberantas korupsi, bahkan terhadap korupsi dan kolusi yang sudah terang dilakukan dalam kasus Papa Minta Saham.

"Bila kasus yang sudah begitu terang tidak diusut tuntas, konon lagi kasus-kasus yang tidak diketahui masyarakat luas. Siapa pun rezim yang berkuasa, jika gagal memberantas KKN maka rezim tersebut harus diganti dengan rezim baru yang benar-benar anti terhadap KKN,” demikian Bastian. [sam]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya