Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Banyak Petani Terdzolimi, PKB Dorong RUU Sumber Daya Air

KAMIS, 05 APRIL 2018 | 01:14 WIB | LAPORAN:

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong lahirnya kebijakan terkait penguasaan air oleh negara.

Hal itu merupakan upaya untuk mencegah dominasi pemanfaatan dan penguasaan air oleh pihak swasta maupun asing.

“Konteksnya bukan pada penarifan ijin kepada masyarakat, ini yang perlu digaris bawahi bahwa prinsipnya PKB mendorong agar air sebagai sumber kehidupan tidak menjadi sumber komersialisasi swasta terlebih pihak asing,” tegas H Cucun di Jakarta, Rabu (4/4).


Menurutnya, fakta yang saat ini terjadi di sejumlah daerah padat industri adalah pemanfaatan air yang tak sesuai aturan. Mereka cenderung bersikap semaunya dan mengabaikan aturan.

“Di kawasan padat industri misalnya, perusahaan industri sebebasnya mengambil sumber air dengan menyedot air tanah dengan kedalaman diluar dari kewajaran. Bahkan dimusim kemarau mereka gotong air dengan tanki dari sungai-sungai sementara limbah dibuang semaunya, kan rakyat terdzolimi kalau ini berlangsung menerus,” kritiknya.

Hal serupa menurutnya juga terjadi di wilayah pertanian. Kata Cucun, banyak petani terdzolimi oleh perusahaan besar. “Jangankan untuk irigasi, untuk kebutuhan mandi saja kekurangan air,” jelasnya.

Lahirnya RUU tentang Sumber Daya Air, dalam pandangan H. Cucun akan memberi jaminan kepada rakyat Indonesia terpenuhi kebutuhan air dalam kehidupannya.

“Air inikan sumber kehidupan, rakyat wajib mendapatkan haknya dan FPKB mendorong kadulatan atas air tercermin dalam RUU Sumber Air yang akan kita dorong ini,” ungkap H. Cucun yang juga Ketua DKN Garda Bangsa itu.

Agus Suprapto Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai narasumber mengakui persoalan air adalah persoalan mendasar yang memerlukan solusi.

“Air memang persoalan mendasar yang semakin kompleks. Sampah dan persoalan pencemaran mislnya, belum lagi persoalan kependudukan yang belum diatur. Namun kami senang perhatian masyarakat terhadap air semakin tinggi,” ungkap Agus.

Menyangkut konservasi, menurutnya menjadi bab tersendiri mengingat UU yang berlaku hingga hari ini adalah UU no 11 tahun 1974 yang belum memuat secara khusus menyangkut konservasi. “Undang-undang yang berlaku hari ini tidak ada pasal menyangkut konservasi, padahal kelestarian lingkungan perlu dijaga, ” katanya.

Hadir dalam sesi diskusi publik, Anggota Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfahiz,  Akedemisi SD UGM Agus Maryono dan Fordes C+ Penggiat Konservasi Sungai Citarum Henra Wibowo. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya