Berita

Foto: Net

Politik

Sukmawati Merusak Fondasi Kebangsaan Jahitan Bung Karno

RABU, 04 APRIL 2018 | 23:54 WIB | LAPORAN:

Puisi berjudul "Ibu Indonesia" yang dibawakan Sukmawati Soekarnoputri tak dapat dibenarkan dalam konteks sastra maupun budaya.

Calon ketua umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama menegaskan, hal itu lantaran sastra harus memiliki dimensi estetika dan etika.
 
"Namun puisi Sukmawati jelas jauh dari estetika dan etika, Adzan dan Hijab Niqab (adalah dimensi syariah) bagi kami sebagai Muslim merupakan identitas simbolik yang tidak terpisah dan bagian dari Ibadah,"ujar dia dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Rabu (4/4).


Haris mengatakan, puisi tersebut subjektivitasnya adalah halusinasi yang menjadi konsumsi pribadi Sukmawati saja, bukan mengespresikannya di depan publik.

"Apa lagi penilaiannya itu didasari ketidaktahuan, maka sungguh penilaiannya adalah logika fallasi (kesalahan berpikir)," jelasnya.

Sebagai anak proklamator, kata Haris, mestinya Sukmawati lulus dalam diskursus kebangsaan dan keindonesiaan.

"Apalagi beliau adalah anak Proklamator Bangsa Sorkarno yang sangat mengagungkan Islam dan menjadikannya sebagai spirit perjuangan," jelasnya.

Sebagai anak muda, Haris berharap Sukmawati bisa menjaga keutuhan dan terjaminnya ekspresi publik secara etis dan estetis, demokrasi.

"Namun ekspresi publik tanpa nalar justru akan merusak bangunan Kebangsaan yang telah dijahit oleh Bung Karno," tandasnya. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya