Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah Sukmawati Soekarnoputri meminta maaf pada umat muslim karena puisinya yang dipandang melecehkan agama.
"Sikap Sukmawati yang berani menyampaikan permintaan maaf ke masyakat Indonesia, khususnya umat muslim menggambarkan dirinya sebagai seorang tokoh yang berani mengakui kesalahan," ujarnya kepada wartawan, Rabu (4/4).
"Ini harus dicontoh oleh tokoh lain atau masyarakat yang berbuat kesalahan. Berani mengakui perbuatan," lanjut Sahroni.
Dia berpendapat bahasa yang tidak pantas muncul dilontarkan Sukmawati akibat membandingkan syariat Islam. Sebelum membuat puisi itu, Sukmawati seharusnya melihat contoh nyata bagaimana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akhirnya divonis penjara karena telah melakukan penistaan agama.
"Kalimat seperti konde lebih baik dari cadar hingga suara yang lebih merdu dari lantunan adzan tentunya menyakiti umat muslim. Terlebih Indonesia berpenduduk mayoritas Islam," kata Sahroni.
Menurutnya, puisi yang dibacakan Sukmawati murni dilontarkan secara pribadi dan tidak menggambarkan sikap keluarga besar presiden pertama Indonesia Soekarno. Terlebih, hal itu telah ditegaskan oleh Guntur Soekarnoputra yang menceritakan sejak kecil seluruh anak Soekarno telah diajarkan agama sesuai syariat Islam.
Mengenai laporan terhadap Sukmawati yang dilakukan berbagai pihak, Sahroni menyarankan masyarakat bersikap tenang dan menyerahkannya ke penegak hukum.
"Kita serahkan saja sepenuhnya ke penegak hukum. Jangan sampai memunculkan kegaduhan atau riak-riak di berbagai wilayah. Mudah-mudahan persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik," pesannya.
Puisi sendiri dibacakan Sukmawati saat pagelaran Indonesia Fashion Week dalam momen 29 tahun Anne Avantie Berkarya beberapa waktu lalu. Ketika itu Sukmawati diberi kesempatan naik panggung dan membacakan puisinya yang berjudul Ibu Indonesia.
[nes]