Berita

Sukmawati/Net

Politik

Jalan Tengah Nasdem Untuk Sukmawati

RABU, 04 APRIL 2018 | 22:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Nasdem mengutuk ekspresi puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri di ajang Indonesia Fashion Week 2018 di Jakarta Convention Center, Kamis (29/3) lalu.

Ketua DPP Bidang Agama dan Masyarakat Adat Partai Nasdem Hasan Aminuddin menilai bahwa puisi yang dibacakan putri Bung Karno itu telah menyudurkan umat Islam.

"Karena seorang seniman tatkala mengimplementasikan karya seninya harus sesuai hati dan pikiran yang sehat. Sehingga output membuat orang tersenyum. Namun yang dilakukan Sukmawati adalah sebaliknya," kata Hasan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/4).


Dalam kasus ini, Nasdem ingin memberikan jalan tengah terhadap kegaduhan yang tengah terjadi. Jalan tengah itu adalah mempertemukan Sukmawati dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin untuk bertabayyun.

“Manakala nanti menurut kesimpulan MUI menyatakan Sukmawati salah dan berpotensi SARA, maka saya berharap atas nama Partai Nasdem untuk melakukan permintaan maaf kepada seluruh warga bangsa Republik Indonesia," tukasnya.

Sukmawati Soekarnoputri telah menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam se-Indonesia siang tadi. Sukma menegaskan bahwa puisi berjudul “Ibu Indonesia” itu hanya sebatas pandangannya sebagai seniman dan budayawati dan murni merupakan karya sastra Indonesia.

Dia mengaku tidak ada niatan untuk menghina umat Islam di Indonesia.

"Namun, karena karya sastra dari Puisi Ibu Indonesia ini telah memantik kontroversi di berbagai kalangan baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam, dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan Puisi Ibu Indonesia," katanya.

Meski sudah meminta maaf, gelombang laporan ke Bareskrim Polri terus terjadi. Setidaknya, sudah ada empat pelapor yang melaporkan Sukmawati atas sangkaan penistaan agama. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya