Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Pengamat: Akhir-Akhir Ini Prabowo Mulai Menyerang Dengan Lantang

RABU, 04 APRIL 2018 | 19:10 WIB | LAPORAN:

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN), Adi Prayitno menilai pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengenai banyak elite politik yang bodoh dan bermental maling merupakan strategi untuk mendapat simpati rakyat.

Menurutnya sebagai penantang, tentu Prabowo ingin menyampaikan pesan yang berbeda dari pemerintah. Dan yang pasti pesan itu mengandung kritikan kepada pemerintah

"Tentang realias elit-elit maling yang dia sebut, tentu argumen yang dibangun untuk menyerang pemerintah berkuasa," ujarnya kepada kantor berita politik RMOL. Rabu, (4/4).


Terlepas dari realitas objektifnya, menurut Adi yang terpenting saat ini bagi Prabowo adalah menyerang. Serangan itu juga sebagai upayahnya untuk mendongkrak elektabilitas yang tertinggal dari Joko Widodo.

Menurut Adi, selama ini, elektabilitas Prabowo stagnan karena sikap politik yang tidak jelas dan datar. Bahkan dalam banyak hal Prabowo justru menunjukkan kemesraan dengan penguasa.

"Itu tak bagus untuk positioning sebagai oposan. Sebab itulah, Prabowo mulai menyerang dengan lantang mulai dari Indonesia bubar, penguasaan tanah oleh segelintir elit, hingga elit bodoh yang maling. Itu semua dilakukan untuk mendowngrade kredibilitas Jokowi," tutupnya.

Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Kali ini isi pidatonya menyebut elit politik di negeri ini  goblok dan bermental maling.  

Tak hanya itu, Prabowo menyebutkan bahwa 80 persen kekayaan negara dikuasai hanya satu persen golongan. Dia juga mengatakan setelah sekian lama merdeka ternyata kekayaan negara tidak tinggal di bangsa Indonesia. [nes]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya