Berita

Azam Khan/RMOL

Politik

Dianggap Benturkan Agama Dan Negara, Sukmawati Dilaporkan Lagi

RABU, 04 APRIL 2018 | 15:42 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang dibawakan di acara Indonesian Fashion Week, Kamis (29/3) lalu kembali dilaporkan ke polisi.

Seorang pengacara bernama Azam Khan melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Mabes Polri. Ia merasa gerah dengan puisi dibacakan Sukma yang berjudul "Ibu Indonesia" itu.

"Seakan-akan ingin membenturkan agama dan negara, menyamakan cadar kalah sama konde, suara azan kalah dengan suara kidung, ini ngaco," ungkapnya usai melapor di Bareskrim, Rabu (4/4).


Dia menjelaskan bahwa cadar dan adzan sudah ada sebelum bangsa Indonesia ini berdiri, bahkan keduanya telah diterangkan juga di kitab-kitab terdahulu seperti Taurat, Injil dan Zabur, sehingga tidak pantas untuk dibenturkan dengan negara.

"Sejak zaman para nabi, hingga disempurkan oleh Rasullullah (Nabi Muhammad)," tekanya.

Laporan diterima Bareskrim Polri dengan Nomor LP/450/IV/2018. Pasal disangkakan adalah pasal 156 dan/atau 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

Sementara itu, Sukmawati telah mengakui bahwa karya sastranya itu telah memantik kontroversi, terutama dari kalangan umat Islam. Dia juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam Indonesia.  

"Dengan ini, dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam Indonesia, khususnya bagi mereka yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesia," kata Sukmawati dengan nada suara agak terisak dan menyeka mata.

Kemarin, dua orang melaporkan juga telah membuat laporan atas perilaku Sukmawati Soekarnoputri itu ke Polda Metro Jaya. Mereka adalah politisi Partai Hanura Amron Asyari dan seorang pengacara bernama Denny Adrian Kushidayat. Semuanya melaporkan Sukmawati atas dugaan penistaan agama. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya