Berita

Respiratori Saddam Al Jihad/Net

Politik

Ketum PB HMI: Seharusnya Ibunda Sukmawati Bikin Puisi Yang Teduh

RABU, 04 APRIL 2018 | 14:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Respiratori Saddam Al Jihad mengatakan karya seni semestinya teduh dan mendamaikan hati bukan justru menyulut emosi.

"Seharusnya Ibunda Sukmawati menjadikan seni sebagai instrumen kata-kata yang teduh dan mendamaikan, bukan kemudian melukai keyakinan suatu umat," kata Saddam kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/4).

Puisi karya Sukmawati Soekarnoputri berjudul 'Ibu Indonesia' dianggap telah melukai perasaan sebagian umat Islam. Hasil karya dari putri Bung Karno itu telah menciptakan kegaduhan baru di republik ini.


Puisi Sukmawati yang menyulut hati umat Islam itu dibacakan pada event 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di ajang Indonesia Fashion Week 2018, di Jakarta Convention Centre, Rabu (28/3).

Berikut isi puisinya yang menuai pro dan kontra, 'Sari konde ibu Indonesia sangatlah indah, Lebih cantik dari cadar dirimu'. Kemudian 'Suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok Lebih merdu dari alunan azanmu'.

Saddam menegaskan, sebagai anak yang lahir dari rahim pendiri bangsa seharusnya Sukmawati memahami betul psikologi umat muslim di Indonesia akhir-akhir ini. Apalagi isi puisi tersebut banyak sekali diksi yang melukai hati umat Islam.

Mahasiswa doktoral Institut Pemerintahan Dalam Negeri ini mengajak semua pihak untuk menjaga prinsip-prinsip dalam berseni.

"Mari kita jaga Indonesia dengan kebhinnekaan, kebudayaan dan kesenian yang santun dan bermartabat," demikian Saddam.

Dan berikut puisi Ketum PB HMI Respiratori Saddam Al Jihad untuk Sukmawati:

Yang aku tau Indonesia cinta toleransi

Aku cinta Indonesia tanpa gaduh dalam berseni dan berbudaya

Indonesia yang cinta Islam, Indonesia yang cinta Budha,
Indonesia yang cinta Hindu, Indonesia yang cinta Protestan,
Indonesia yang cinta Katolik, Indonesia yang cinta Konghucu, dan Indonesia yang cinta peradaban yang beradab

Aku cinta seni tanpa singgung singgungan SARA, singgungan sedarah, singgungan sebhineka
AdzanMu memandu peradaban Indonesia
Keheninganmu menenangkan peradaban Indonesia

Nyanyianmu membuat nyaman Indonesia
Toleransi terhadap setiap entitas Indonesia adalah sebuah keberadaan dalam atensi

Toleransi Ke-Indonesia-an tanpa hembusan ruang konflik
Dan Indonesia adalah Toleransi dalam raut kebhinekaan
. [rus]

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Anomali Hukum Acara Pidana dalam Kasus Mantan Jampidsus

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:14

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Alat Negara

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:04

Gejolak Iran-AS Perpanjang Krisis Energi Global, Indonesia harus Belajar dari India

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:41

Hotman Paris Harus Percaya Diri, Tak Perlu Bawa Presiden di Kasus Febri Ardiansyah

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:17

Jerat Kemiskinan

Minggu, 19 Juli 2026 | 20:37

Polda Jateng Diminta Profesional Tuntaskan Sengkarut Proyek SMKN 1 Lumbir

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:57

Polisi Gelar Patroli Nobar Final Argentina vs Spanyol

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:22

KPK Usul Negara Biayai Alat Kampanye Pemilu

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:35

Wamenaker Ingin Sinergi SP Pegadaian dan Manajemen jadi Role Model BUMN Lain

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:05

Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Penegakan Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:53

Selengkapnya