Berita

Foto/RMOL

Politik

Menteri Agama Yakin Sukmawati Tidak Punya Maksud Hina Islam

RABU, 04 APRIL 2018 | 13:39 WIB | LAPORAN:

. Tidak sedikit publik yang geram dengan puisi "Ibu Indonesia" yang dibacakan oleh Putri Bung Karno Sukmawati Soekarnoputri. Dalam puisi itu, Sukmawati seakan menyudutkan syariat Islam, cadar dan juga suara azan.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menilai puisi adalah bentuk ekspresi seseorang yang dituangkan dalam tulisan, terkait bagaimana penilaiannya, setiap orang memiliki pandangan masing-masing. Hal itu juga serupa dengan bagaimana umat Islam memiliki pandangan berbeda terkait cadar yang disinggung dalam puisi.

"Menurut hemat saya persoalan orang mengungkapkan itu bisa berbeda pandangan ada yang menganggap katakanlah cadar, sekarang ini di internal umat Islam sendiri kan ini apakah itu syariah atau tidak, itu kan juga umat Islam tidak dalam satu pandangan yang utuh," ujarnya di Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Rabu (4/4).


Dalam hal ini, menurut Lukman, yang perlu dilakukan adalah berdialog, kemudian Sukmawati menyampaikan permintaan maaf kepada mereka yang merasa terluka dengan puisi itu.

"Mari kita dialog, dan bagi saya akan lebih baik jika Ibu Sukmawati dengan jiwa besar bisa menyampaikan permohonan maaf kepada mereka-mereka yang merasa tidak nyaman dengan puisinya," sebutnya.

Lukman sendiri meyakini sosok Sukmawati tidak memiliki maksud untuk mengusik, melecehkan, terlebih mengatakan membenci Islam.

"Saya mengenal beliau itu dan saya meyakini beliau tidak punya apa potensi untuk apa, apa lagi sampai ada yang mengatakan membenci islam," imbuhnya.

Untuk itu, Lukman berharap agar masyarakat dapat menerima dan memaafkan Sukmawati, agar setiap perbedaan pandangan tidak perlu melulu dibawa ke ranah hukum.

"Secara terbuka mudah-mudahan ini akan bisa meredam kontroversi pandangan yang belakangan ini terjadi, mudah-mudahan kita bisa memaafkan, bisa menerima apa yang dilakukan oleh Ibu Sukmawati," tutup menteri asal PPP ini. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya