Berita

Foto/Net

Politik

Korban Biro Umrah Kebanyakan Nahdliyin, Fraksi PKB: Kemenag Tidak Becus

SELASA, 03 APRIL 2018 | 18:04 WIB | LAPORAN:

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepakat dengan usulan Fraksi PDI Perjuangan untuk membentuk Pansus Travel Gate.

Tujuan Pansus tersebut tidak lain untuk tangani korban agen perjalanan yang nakal.

"Saya sepakat dengan usulan sahabat Arteria (F-PDIP), bahwa perlu dibentuk pansus travel," ujar politisi PKB, Anwar Rahmad ketika rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama korban PT. First Trvael di Ruang Rapat Komisi III, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4).


Anwar menilai kemunculan travel nakal merupakan salah satu kegagalan manajemen di Kementerian Agama (Kemenag) terkait pengawasan. Contoh kasus yang terjadi adalah bermasalah biro perjalanan umrah First Travel.

"Bagaimanapun saya pernah menjadi eksekutif agen travel, kenapa ada kasus travel bermasalah kan karena Kemenag tidak becus. Kebetulan pula semua korbannya adalah banyak Nahdliyin," jelasnya.

Selain gagal mengawasi agen perjalanan, Anwar menyebut kegagalan lain yang menyebabkan merebaknya korban travel umrah nakal adalah waktu tunggu ibadah haji yang sangat lama.

"Kenapa korban ini banyak, karena mau haji saja susah, harus menunggu 20 tahun. Kalau sekarang sudah berumur 60 tahun, kapan mau ke sana (tanah suci)? Ini semua karena Kementerian Agama tidak becus," cetusnya. [nes]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya