Berita

Sukmawati Soekarnoputri/Net

Politik

Sudah Tepat Laporkan Sukmawati Ketimbang Gelar Aksi

SELASA, 03 APRIL 2018 | 17:47 WIB | LAPORAN:

. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mujahid menilai laporan polisi Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) dan pihak lain terkait puisi kontroversi Sukmawati Soekarnoputri sudah tepat, ketimbang harus melakukan aksi demo di jalanan.

"Laporan pengaduan ke polisi lebih baik daripada demo besar-besaran," kata Sodik saat berbincang dengan redaksi, Selasa (3/4).

Sebab, menurut dia, aksi demo di jalanan secara besar-besaran bisa saja menyebabkan kegaduhan hanya karena ditumpangi oleh kepentingan tertentu. Jika demo itu nanti ditumpangi kepentingan tertentu, dipastikannya akan terjadi kegaduhan.


"Saya berharap umat Islam lebih bersabar. Tidak melakukan demo yang bisa jadi akan ditumpangi menjadi sebuah kegaduhan," ujarnya.

Lebih lanjut diharapkannya kedua belah pihak segera melakukan mediasi untuk berdamai. Pihak kepolisian, dalam hal ini Bareskrim Mabes Polri kata dia haruslah menindaklanjuti laporan yang dilakukan atas salah satu putri proklamator Bung Karno itu. Namun sebelum menindaklanjuti, diharapkannya polisi bersedia untuk melakukan mediasi atas kedua belah pihak.

"Semoga sebelum laporan atau pengaduan difollow up oleh pihak kepolisian, musyawarah segera dilakukan atau pihak kepolisian menjadi mediator," harapnya.

Ditekankannya lagi bahwa Umat Islam haruslah tetap bersabar. Sukmawati pun didesaknya untuk segera meminta maaf kepada Umat Islam dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut. Sebab tidak sedikit Umat Islam yang tersinggung atas puisi berjudul 'Ibu Indonesia' yang dinilai telah menyudutkan syariat Islam, adzan dan cadar.

"Kepada semua pihak diminta untuk hati-hati jika bicara atau bertindak menyangkut masalah SARA. Terutama menyangkut nilai akidah dah syariah atau ibadah," demikian politisi Partai Gerindra ini.

FUIB melaporkan Sukmawati yang juga adik kandung dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri itu lantaran puisi berjudul 'Ibu Indonesia' yang dibacakannya dalam ajang ajang Indonesia Fashion Week 2018 di JCC Jakarta beberapa waktu lalu.

FUIB menilai dua penggalan puisi tersebut sangat menyinggung umat Islam. Dimana terdapat beberapa kalimat yang mengandung unsur SARA diantaranya adalah "Sari Konde sangat indah lebih cantik dari cadar dirimu" dan
"Suara kidung Ibu Indonesia lebih merdu dari alunan Adzan". [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya