Berita

Muhammad Iqbal/Net

Kesehatan

Ikan Kaleng Bercacing, Pengawasan Pemerintah Lembek

SELASA, 03 APRIL 2018 | 01:19 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal sangat menyesalkan kasus adanya cacing Anisakis Sp pada 27 merek ikan makarel yang selama ini berbedar di masyarakat. Dia khawatir, keberadaan cacing itu membahayakan kesehatan masyarakat yang terlanjur mengkonsumsi ikan makarel dari 27 merek tadi.

"Tentu sangat kita sesalkan kasus beredarnya makanan kaleng yang mengandung cacing. Sebab, hal ini dapat membahayakan bagi kesehatan,” ucap politisi PPP ini, kemarin.

Kata Iqbal, jika Pemerintah bekerja dengan baik, harusnya kasus ini tidak ada. Dia pun menyebut, bahwa pengawasan Pemerintah pada proses produksi dan distribusi makanan masih lembek. Pemerintah baru tahu keberadaan cacing itu setelah produk ikan makarel itu beredar luas di masyarakat.


"Kasus ini menjelaskan bahwa sistem pengawasan terhadap makanan yang beredar di pasar belum dilaksanakan secara maksimal oleh Pemerintah. Apalagi, dari total merek makanan kaleng yang mengandung parasit cacing itu, sebagiannya merupakan produk impor,” cetusnya.

Untuk itu, dia menuntut Pemerintah memperbaiki sistem pengawasan. Pengawasan itu harus dilakukan secara baik mulai dari produksi, distribusi, sampai pemasaran. Dia tidak mau, kasus makanan berbakteri atau berparasit beredar di masyarakat.

"Ke depannya, agar Pemerintah, dalam hal ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan kementerian terkait harus lebih intensif dalam melakukan pengawasan. Ini penting untuk mengantisipasi produk-produk makanan yang membahayakan kesehatan beredar di pasar. Saya juga berharap agar kasus ini tidak terulang di kemudian hari. Sebab, masyarakat sangat dirugikan atas kasus ini,” tandasnya. [sam]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya