Berita

Foto/RMOL

Hukum

Mahasiswa Akan Lawan KPK Jika Takut Tangkap Puan Dan Pramono

RABU, 28 MARET 2018 | 13:56 WIB | LAPORAN:

. Jaringan Mahasiswa Indonesia menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangkap dua politisi PDIP Puan Maharani dan Pramono Anung.

Tuntutan itu disampaikan karena Puan dan Pramono diduga terlibat dalam mega skandal korupsi KTP elektronik yang merugikan negara mencapai Rp 2,3 triliun.

Puluhan pengunjuk rasa dari Jaringan Mahasiswa Indonesia menggelar unjuk rasa di depan Gedung KPK yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu siang (28/3).


"Apabila KPK tidak berani menangkap Puan Maharani dan Pramono Anung, maka KPK harus kita lawan," ujar seorang orator yang mengenakan kemeja biru.

Baca: Lima Tuntutan Aksi Jaringan Mahasiswa Indonesia

Mereka menegaskan bahwa siapapun yang tersangkut kasus korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun itu harus diadili tanpa pandang bulu.

"Semuanya harus dituntaskan semuanya harus diseret," tukasnya.

Pada persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis lalu (22/3), terdakwa Setya Novanto mengatakan bahwa uang proyek KTP-el menyinggahi dua politisi utama PDIP Puan Maharani dan Pramono Anung. Masing-masing mendapatkan uang sebesar 500 ribu dolar AS.

Hal tersebut disampaikan Setnov dengan alasan dirinya pernah mendengar saat di rumahnya Made Oka Masagung memberi tahu keponakannya yakni Irvanto Hendra Pambudi jika Made telah memberikan uang kepada dua politisi itu.

Namun, kuasa hukum Made Oka Masagung, Bambang Hartono membantah jika kliennya pernah memberikan sejumlah uang kepada Puan dan Pramono. [rus]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya