Berita

Foto: Net

Kesehatan

Punya Keturunan Tidak Sulit, Begini Langkahnya

SELASA, 27 MARET 2018 | 15:51 WIB | LAPORAN:

Anak adalah investasi keluarga. Tentu setiap orang tua akan berlomba memberi yang terbaik untuk buah hatinya.

Namun apa jadinya jika pasangan belum memiliki keturunan? Belum memiliki keturunan bukanlah suatu musibah. Selain ikhtiar dan berdoa, mengikuti sejumlah program dalam dunia kesehatan merupakan hal mutlak agar pasangan segera memiliki buah hati.

Salah satu program utama dalam memiliki keturunan adalah mempersiapkan janin yang sehat dan kuat dalam proses kehamilan.


Selain asupan gizi yang baik, kondisi kesehatan calon ibu dan ayah harus terjaga sehingga pasangan suami-istri penting menjalani pemeriksaan kesehatan agar proses kehamilan berjalan baik.

Spesialis Andrologi dan Seksologi Siloam Hospitals TB Simatupang, Mira Krishtania memaparkan bahwa ketidaksuburan atau infertilitas kerap menjadi kendala bagi pasangan yang ingin memiliki keturunan.

"Gejala fisik ketidaksuburan ialah ketidakmampuan untuk hamil setelah berhubungan intim tanpa proteksi ataupun pasangan belum berhasil hamil lagi. Pada pria disebabkan faktor gaya hidup tidak sehat dan produksi sperma tidak normal. Pada perempuan meliputi kegagalan ovulasi akibat penyimpangan hormonal atau diet dan berolahraga berlebihan," urai Mira.

Faktor kerusakan tabung saluran indung telur, jaringan parut setelah operasi, dan endometriosis atau jaringan yang biasanya tumbuh di rahim lalu tertanam di bagian tubuh lain merupakan faktor lainnya dalam menghambat proses kehamilan pada perempuan.

Karenanya, agar memiliki keturunan, Mira mengingatkan, terutama kepada pasangam pria untuk menjaga pola hidup sehat guna mengatasi pola reproduksi pada pria.

"Bagi perokok segera berhenti merokok jika ingin memiliki anak dan jalankan pola hidup sehat. Sedangkan alternatif medis yang berpotensi membantu adalah teknologi tinggi pada metode bayi tabung," imbuh Mira mengingatkan.

Sementara itu, Staf Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM, Andon Hestiantoro menjelaskan tentang metode bayi tabung.

" Secara sederhana, bayi tabung adalah proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh ibu, istilahnya in vitro vertilization yang artinya pembuahan dalam gelas atau tabung, lalu embrio kecil yang terjadi dimasukkan ke rahim agar berkembang menjadi bayi," urai Andon.

Infertilitas (ketidaksuburan) atau ketidakmampuan untuk hamil merupakan kendala bagi pasangan yang telah berkeluarga guna memiliki anak. Data infertilitas di seluruh dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan laporan lainnya diperkirakan 8-12 persen dari jumlah total pasangan atau mencapai 60-80 juta pasangan belum dikaruniai anak.[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya