Berita

Politik

Giliran Jokowi Sentil Amien Rais di Rapimnas Perindo

RABU, 21 MARET 2018 | 23:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo menyentil Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Meski secara eksplisit tidak menyebut nama Amien, namun secara implisit maksud pidato yang disampaikan Jokowi di Rapimnas Partai Perindo di JCC, Jakarta, Rabu (21/3) malam, bukan tidak mungkin benar-benar dimaksudkan untuk Amien.

Dalam pidatonya Presiden Jokowi menegaskan dirinya tidak anti kritik. Jokowi mengatakan kritik penting untuk perbaikan."Belum tentu pemerintah ini betul, belum tentu pemerintah juga benar. Kalau ada yang salah tentu mengingatkan dengan kritik," kata Jokowi.

Namun Jokowi mengatakan kritik berbeda dengan mencela, mencemooh, menghujat apalagi fitnah. Kritik mestinya dimaksudkan untuk mencari solusi dan kebijakan yang lebih baik.


"Kritik itu harus berbasis data, kritik itu tidak asbun, asal bunyi, tidak asal bicara," kata Jokowi.Akhir pekan kemarin, saat menjadi pembicara di Bandung, Amien mengomentari berbagai situasi nasional mutakhir seperti mandeknya penanganan kasus Novel Baswedan, isu PKI, janji pemerintah yang tak teralisasi dan sebagainya.

Jadi sorotan, Amien menyebut program bagi-bagi sertifikat tanah yang dilakukan Jokowi sebagai kebohongan. Amien menyatakan hal itu berdasarkan adanya 74 persen tanah di Indonesia yang dikuasai oleh 0,2 persen penduduk.

"Ini pengibulan. Waspada!" ucap Amien.

Sehari setelahnya Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan membalas perkataan Amien. Tak menyebut nama Amien, Luhut mengarahkan ucapannya ke tokoh senior.

Luhut mengatakan program pembagian sertifikat tanah di era Jokowi lebih banyak dan prosesnya lebih cepat. Saking geramnya dikritik, Luhut pun menyampaikan ancaman.

"Jangan asal kritik saja. Saya tahu track record mu, kok. Background saya spion juga," katanya.

"Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok. Sudahlah, kalau main-main kita bisa cari dosamu, memang kamu siapa," kata Luhut lagi dalam pidatonya di gedung BPK. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya