Berita

Politik

'Aksi Rajab' ProDEM Usir Neolib dari NKRI

SELASA, 20 MARET 2018 | 18:25 WIB | OLEH: SYA'RONI

ALHAMDULILLAH dapat kiriman poto mimbar perjuangan di depan Istana Negara dalam aksi demontrasi yang dimotori oleh Jaringan aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) dengan tema besar "Usir Neolib dari NKRI" pada Senin 19 Maret 2018.

Aksi ini sangat heroik, karena dilakukan tepat tanggal 1 Rajab. Rajab adalah bulan perjuangan umat Islam. Sejarah Islam mencatat beberapa peristiwa bersejarah di bulan Rajab yakni Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dimana nabi menerima perintah sholat 5 waktu, penaklukan Tabuk tanpa perlawanan karena pasukan Romawi sudah kocar-kacir sebelum perang, dan pembebasan Yuressalem dari pasukan Salib.

Peristiwa-peristiwa penting itulah yang meneguhkan kami bahwa Neolib bisa diusir dari NKRI. Meskipun cuaca siang itu sangat panas sekali, dimana sebagian dari kami sedang menjalankan puasa sunah Rajab, tapi tidak menyurutkan langkah kami melakukan longmarch dari Patung Kuda depan Indosat hingga di Istana. Dan di bawah terik panas pula, kami melantangkan orasi-orasi perlawanan terhadap cengkraman Neolib di Indonesia.


Dan di depan istana kami teriakkan bahwa rejim ini sudah dikuasai kelompok Neolib. Trisakti dan Nawacita hanya kedok untuk meraup suara saat Pemilu. Nyatanya yg berkuasa adalah rejim Neolib. Rejim yg mengingkari janji-janjinya. Berjanji tidak berhutang nyatanya hutang menumpuk Rp. 4000 triliun. Berjanji tidak impor, nyatanya buka kran impor beras, garam, daging, dan lain-lain. Rejim ini juga dengan sadisnya mencabut subsidi BBM dan memajaki aneka barang seperti smartphone dan sepeda.

Di tengah terik matahari, kami juga teriakkan hapus UU anak haram demokrasi yaitu UU ITE, UU Ormas dan UU MD3. Kami juga teriakkan dukungan kepada kawan para driver online yang menjadi korban kesewenang-wenangan para aplikator.

Teima kasih ya Allah, bisa menapaki bulan Rajab ini dengan perjuangan di depan Istana. #UsirNeolibdariNKRI.[***]

*Penulis adalah Wakil Sekjend ProDEM.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya