Berita

Advertorial

Presiden Jokowi Bersama Kiai Ma'ruf Tinjau Rusun Ponpes An-Nawawi Tanara

KAMIS, 15 MARET 2018 | 03:07 WIB

. Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau Rumah Susun (Rusun) Sewa Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nawawi Tanara yang telah selesai dibangun Kementerian PUPR pada tahun 2017 di Desa Tanara, Kabupaten Serang, Banten (Rabu 14).

Jokowi sapaan akrab Kepala Negara mengecek kualitas rusun mulai dari bangunan, ketersediaan listrik, air, sanitasi dan jalan akses Rusun.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.


Pembangunan Rusun Sewa Ponpes An-Nawawi Tanara dilakukan setelah kunjungan Jokowi pada bulan Juli 2017. Selain itu menjadi bagian dari Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh pemerintah.

"Dengan dibangunnya Rusun, para santri dapat lebih nyaman dalam menuntut ilmu sehingga dapat dihasilkan lulusan santri terbaik. Selain pembangunan Rusun Ponpes, Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan juga membangun Rusun Sewa untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), ASN, pekerja, dan mahasiswa di berbagai daerah," kata Menteri Basuki.

Rusun tiga lantai ini memiliki 12 unit kamar dengan tipe barak setiap lantainya yang dapat menampung 72 santri, sehingga kapasitas tampung total sebanyak 216 santri. Bangunan juga dilengkapi dengan ramp difabel yang dikhususkan untuk santri penghuni rusun berkebutuhan khusus.

Pembangunannya dikerjakan oleh kontraktor PT. Aditama Royal Konstruksi dan konsultan management konstruksi PT. Deta Decon dengan anggaran Rp 6,9 miliar. Selain bangunan Rusun, anggaran tersebut juga digunakan untuk pembuatan jalan akses dan penataan lansekap sekitar Rusun.

Sementara itu Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan pembangunan Rusun juga dilengkapi fasilitas meubelair seperti tempat tidur, lemari pakaian, meja, dan kursi.

"Saat ini dalam proses lelang dengan anggaran Rp 1,6 miliar, ditargetkan dalam waktu 1,5 bulan meubelair sudah tersedia sehingga bisa dihuni oleh para santri saat bulan Ramadhan yang akan datang," jelasnya dalam keterangan resmi.

Nantinya Kementerian PUPR akan menyerahkan Rusun kepada pihak Ponpes melalui hibah aset sehingga pengelolaan akan dilakukan oleh Ponpes An-Nawawi Tanara.

Ditambahkannya, berdasarkan UU 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun tidak ada lagi dikenal Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) karena sepsifikasi teknis sudah ditingkatkan sehingga disebut sebagai Rusun Sewa.

Kepala Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Ditjen Penyediaan Perumahan PUPR Erizal menambahkan pembangunannya lebih cepat bila yakni lima bulan dari waktu pembangunan rusun tiga lantai umumnya yakni enam bulan.

Tidak jauh dari lokasi Rusun, infrastruktur lain yang tengah dikerjakan Kementerian PUPR adalah normalisasi Sungai Kalimati/Ciujung Lama. Sungai Ciujung sepanjang 17,5 km yang berada di empat kecamatan (Kecamatan Carenang, Tanara, Tirtayasa dan Pontang) merupakan alur yang tidak digunakan lagi setelah sodetan Sungai Ciujung ke hilir difungsikan.

Sungai Ciujung Lama saat ini dikenal dengan Kalimati, direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai sumber air baku berupa long storage sepanjang 9 km dengan potensi tampungan sekitar 1,3 juta m3. Long storage tersebut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air baku Kecamatan Tanara dan Kecamatan Pontang sebesar 200 liter/detik.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki dalam kunjungan kerja di Banten yaitu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian Tris Raditian, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Jakarta Ditjen Bina Marga Atyanto Busono, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Ditjen Penyediaan Perumahan PUPR Erizal dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. [rus/***]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya